Ia Bernama Bangkit

Kalau menulis atau membaca kata bangkit atau kebangkitan. Jadi mengenang masa lampau. Kebangkitan dari kata dasar bangkit yang artinya bisa bangun.

Ada kisah tentang kata ini. Bukan bangkit atau kebangkitan seseorang dari keterpurukan. Biasanya orang membahas kebangkitan dari terpuruk ekonomi, cinta, atau bisa jadi asmara.

Di sini aku akan membahas kata bangkit, yang kuambil dari sekelumit kisah anak SMK dan seorang guru. Awal ia mengajar tahun 2004 silam, iya dulu 16 tahun yang lalu. Bu Agmi mempunyai seorang siswa, seorang anak lelaki remaja yang berusia sekitar 18 tahun. Siswa itu duduk di kelas tiga.

Usia bu Agmi kala itu, genap 24 tahun. Beda tipis deh dengan siswa-nya. Bu Agmi seorang perempuan sederhana, cukup manis dipandang, dan tidak memalukan saat diajak ke pesta atau ke tempat undangan pernikahan.

Sayang sekali, kala itu bu Agmi masih sendiri alias menjomblo. Kabarnya pernah sih, ia dilamar seorang pemuda. Namun sangat disayangkan, pemuda itu memutuskan sepihak lamaran tersebut. Ujung-ujungnya karena ekonomi. Info yang didapat, bahwa calon suami bu Agmi itu masih belum siap dalam pernikahan. Entah lebih jelasnya apa, aku tak paham.

Bu Agmi mempunyai siswa yang hampir sama, umurnya. Beda tipis deh, masih pantas jika mereka jalan berdua. Tidak akan ada orang mengira, jika mereka adalah guru dan seorang siswa.

Jelas sekali tak ada yang mampu mengira, Siswa itu berbadan tinggi tegap, berdada bidang, perawakannya besar. Tak terlihat jika ia berbeda usia dengan bu Agmi sekitar 6 tahun. Ia mempunyai wajah yang tampan, terlihat menarik jika ia tersenyum.

Ia menjadi idola teman-teman siswi di kelas. Tak menutup kemungkin ia menjadi idola di sekolah itu. Semua siswi terang-terangan mengungkapkan perasaan mereka. Wajar bagiku, usia mereka memang usia remaja yang mulai terblesit rasa kasih sayang dan cinta.

Ia, siswa yang ramah, selalu tersenyum saat bersua dengan siapa saja. Senyuman manis yang mampu menggetarkan jantung siapapun yang melihatnya. Mampu menyuburkan jiwa-jiwa yang mulai mengering.

Bu Agmi yang sudah lama diputuskan calon suaminya, mulai merasakan perbedaan hidup di hari-hari ia mengajar. Ada rasa semangat baru dalam dirinya. Ia bahagia jika hari menjelang pagi, karena harus bergegas untuk berangkat mengajar.

Sempat bu Agmi berpikir, bagaimana jika ia  menjadi kekasih hati? Wah, seru rupanya jika seorang guru menjadi kekasih hati siswa-nya. Ternyata perasaan itu sama halnya dirasakan oleh siswa-nya itu. Rupanya mereka mempunyai perasaan yang sama.

Namun malu dong, masa iya seorang guru perempuan memberikan hati kepada seorang siswa? Pikirku. Lumayan lagi perbedaan usia mereka. Layaknya mereka itu kakak beradik.

Karena poster tubuh yang tinggi besar, sehingga mampu menutupi pautan usia mereka. Masih terlihat jika siswa-nya lebih dewasa dari bu Agmi. Banyak orang-orang mengira mereka sepasang kaum remaja yang sedang dilanda asmara.

Aku pernah melihat mereka, sedang berjalan di sebuah mall. Mungkin mereka akan membeli sesuatu keperluan. Namun tak terlihat belanjaan atau barang yang mereka bawa. Oh, mungkin mereka sedang jalan-jalan saja. Mereka seperti menunggu sebuah antrean loket. Wow ternyata mereka akan menonton.

Tidak mungkin bila tak ada sesuatu di antara mereka, yang tiba-tiba mereka menonton berdua. Orang melihatnya pun pasti akan mengira mereka adalah pasangan anak muda yang sedang jatuh cinta.

Terlepas dari perkara yang mereka rasakan. Aku hanya mengingat nama siswa itu, karena sempat ia menjadi perwalianku. Namanya begitu panjang, sempat kesulitan ketika aku menuliskan nama di laporan hasil belajarnya.

Siapakah dia, owh nama yang terlalu panjang bagiku. Ia adalah Muhammad Kukuh Imam Bangkit Danu Prasetyo. Wah panjangkan namanya. Hehehe,
Aku sempat singkat namanya menjadi.
M. Kukuh Imam Bangkit D.P.

Sempat ada yang bertanya, apa kepanjangan nama D.P. itu? Dengan singkat kujawab. Aku plesetkan namanya, Oh, D.P. itu Dari Pekuburan. Tahukan nama lengkapnya Muhammad Kukuh Imam Bangkit Dari Pekuburan.

Hingga kini, perkara asmara yang dirasakan Bangkit dan bu Agmi, aku tak begitu paham. Biarkan mereka yang tahu, mungkin mereka sudah menikah atau berjodoh atau entahlah. Jika pun mereka berjodoh semoga bahagia.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi












Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.