Motivasi ala kue bangkit

::Motivasi Ala Kue Bangkit::

Apa yang ada di benak saat mendengar atau membaca kata “bangkit”?

Pasti, pikiran kita akan mengacu kepada sebuah tindakan. Posisi duduk kemudian berdiri, atau bisa juga disebut bangun. Namun kata “bangkit” lebih spesifik dan identik dengan sebuah aksi bangun dari kondisi tertentu menuju keadaan lain dengan diiringi semangat dalam diri.

Seperti sebuah nama kue tradisional dari salah satu daerah di Nusantara kita. Terkenal dengan sebutan kue “Bangkit”. Dari namanya saja sudah berbeda dengan nama-nama penganan lain.

Lantas, apa sebab dinamakan dengan kue Bangkit?

Ternyata, kue ini dinamakan demikian, karena saat dikeluarkan dari pemanggang bentuknya bisa berubah dua kali lipat dari sebelumnya. Bentuk yang dimaksud adalah adonan kue yang mengembang hingga dua kali lipat dari bentuk semula setelah dioven. Sebab itulah disebut bangkit.

Penganan khas Riau ini memang terkenal sampai ke pulau Jawa. Kita bisa dengan mudah mendapatkan kue Bangkit di wilayah asalnya, yaitu Riau dan beberapa daratan melayu hingga Malaysia. Kue ini memang menjadi ciri khas oleh-oleh daerah Riau.

Bentuknya kecil, putih kekuningan dengan titik merah di atasnya. Rasa manis dan tekstur halus renyah, sehingga mudah hancur saat masuk ke dalam mulut. Memberikan sensasi tersendiri saat kue meleleh terkena air liur. Mungkin nyaris sama dengan kue Sagu Keju yang familiar di pulau Jawa.

Bahan yang digunakan untuk membuatnya pun sangat mudah didapat. Antara lain; tepung sagu 500gr, gula halus 250, 200ml santan kental, 5 lembar daun pandan, dan 2 butir kuning telur. Cara membuatnya, kocok gula halus dengan 2 butir kuning telur sambil dituangkan tepung sagu sedikit demi sedikit. Setelah agak kalis dan bisa dibentuk, kemudian dicetak dan panggang di dalam oven bersuhu 160 dercel, selama kurang lebih 30-50 menit.

Untuk menghasilkan kue Bangkit yang enak dan harum. Sebelum adonan dicampur, sangrai terlebih dahulu tepung sagu dengan daun pandan. Hingga menimbulkan wangi pandan dan daun pandannya mengering.

Sangat mudah membuatnya bukan?!

Seperti kue Bangkit, yang menjadi bangkit dua kali lipat setelah masuk ke dalam oven. Dan kita tahu bahwa oven adalah alat pemanggang yang bersuhu panas. Maka selayaknya kita dapat renungkan, perlukah kita dipanaskan terlebih dahulu agar mau bangkit dari semua hal yang kurang baik yang ada dalam diri? Mungkin si penemu nama kue Bangkit memiliki harapan demikian, memotivasi tanpa menggurui. Selamat mencoba resep dan bangkitlah dari semua hal buruk masa lalu.
Wallahu a’lam.

rumahmediagroup//afaf.aulia18





Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.