Ada Rindu yang Kembali

Kau datang lagi,  mengusik rindu yang masih bergelora. Semakin memuncak rindu saat kau ungkap rasa yg sama. Aku terdiam dalam keresahan. Menatap angan yang semakin membuncah. 

“Assalamualaikum Kak, aku sudah nikah. Maaf lupa ngundang “. Sebuah pesan di ponsel Tari dari seseorang yang tak asing lagi baginya. 

Ada bahagia dan juga kaget ketika membacanya.  Orang yang selama ini telah memblokir semua pertemanan dia dengannya di medsos, tiba-tiba muncul lagi. Bahkan bukan hanya medsos saja tapi nomornya juga diblok mungkin agar Tari tak bisa menghubunginya lagi. Sebenarnya Tari merasa tak apa-apa jika dia ingin memblokir semuanya. Hanya karena tanpa pamit dulu dan tanpa ada penjelasan membuat Tari bertanya-tanya. Tanpa alasan yang jelas dia pergi begitu saja. Sebenarnya Tari maklum dia seperti itu. Namun Tari ingin mengetahui hati dia yang sebenarnya dan kejujurannya. Bagaimana sebenarnya hubungannya dengan Laki-laki itu selama ini? Bagaimana perasaannya pada Tari? Bagaimana dia memandang Tari sebagai wanita? Sedangkan dia tahu posisi Tari. Dia tahu status Tari dan dia tahu bahwa Tari sudah punya suami.  Dan hal yang membuat Tari heran, usia Tari dengannya terpaut jauh sekali. Entahlah, apa yang sebenarnya dia inginkan dari Tari. Tari sendiri masih bingung memahaminya. Tuluskah dia pada Tari atau hanya sekedar mempermalukan dan mempermainkan Tari saja. Cukup lama Tari dan dia berteman meski hanya melalui chat. Namun mereka pernah dua kali ketemu. Dan meski begitu rasanya cukup bagi Tari untuk mengenalnya. Dia selalu bercerita tentang keluarganya bahkan kekasihnya. Namun terkadang dia juga suka ngegombalin Tari. Terkadang Tari menanggapinya secara biasa saja. Tapi lama-lama dalam hati Tari  muncul perasaan yang aneh. Jika dia tak menyapa selalu ada rasa kangen padanya walau cuma sekedar ngobrol saja. Tapi untuk menjalin hubungan yang serius tentu saja tidak mungkin. Karena Tari punya suami. Lagi pula Tari cukup tahu diri, Tari merasa tak pantas untuknya. Mungkin juga rasa rindu dan sayang Tari padanya hanya sebatas hubungan kakak adek. Tapi jujur,  kadang Tari rindu gombalannya. Meski sering ditanggapi dengan senyuman saja. Tapi juga kadang dia seperti marah jika Tari tak menanggapi gombalannya. Tari tak tahu sebenarnya perasaannya pada Tari. Apakah dia menganggap Tari sebagai kekasih gelapnya atau hanya tempat bercanda.  

Hingga suatu saat dia meminta sesuatu yang tak bisa dipenuhi. Eeh… tiba-tiba saja dia memblokir semua pertemanan dengannya. Kali ini sengaja Tari biarkan saja. Hingga lima bulan kemudian tiba-tiba saja dia menyapa. Kini dia mengirim pesan berarti dia sudah membuka blokirannya. Tari merasa senang. 

“Lupa atau sengaja? ” Tari membalas sapaannya. 

“Kakak ko gituh sih, ya udah deh maaf ganggu aku cuma ngasih tau aja”. Balasnya seolah dia kesal dengan jawaban Tari. 

“Iya, Kakak bahagia, selamat ya,  semoga jadi keluarga yang samawa. Dan mohon maaf Kakak hanya bisa kirim do’a ga bisa kirim kado soalnya kamu ga ngundang sih”. Tari membalas lagi. 

“Ya Kak,  makasih do’anya. Acaranya begitu cepat jadi ga sempet ngasih tau ke Kakak “. 

 Begitulah awal dia kembali menyapa Tari lewat medsos yang sekian lama dia blokir. Entah maksud apa yang membuat dia kembali. Padahal Tari sudah hampir melupakannya walau sebenarnya selalu berharap untuk bisa bertemu kembali dengannya. Namun meski sebenarnya keinginan untuk bertemu itu menggelora, itu karena ada sesuatu yang ingin Tari luruskan tentang perasaannya itu . Dan kini dia kembali, membuat rindu  yang hampir hilang mulai muncul kembali. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.