Trekking ke Pantai Kali Kencana Pulau Nusakambangan

Trekking ke Pantai Kali Kencana Pulau Nusakambangan

Minggu 12 Januari 2020 tepat pukul tujuh pagi, aku telah berada di depan sebuah toko di Jalan Klapa Lima Cilacap. Di sini merupakan titik point berkumpulnya kami yang akan berwisata ke Pantai Kali Kencana di Pulau Nusakambangan Cilacap. Namun ternyata, masih sepi.

Beginilah aku, hampir di setiap kegiatan seringkali datang duluan. Sudah jadi prinsipku, lebih baik menunggu daripada jadi yang ditunggu, meski akhirnya seringkali kesal karena menunggu. Sering aku mengeluhkan kebiasaan orang yang suka ngaret yang sepertinya sudah menjadi budaya. Budaya buruk yang dipelihara dan dianggap wajar. Eh, malah mengeluh hihihi ….

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya peserta muncul satu per satu. Setelah lengkap, kami pun segera meluncur ke area penyeberangan di Jalan Singalodra. Setelah motor diparkir rapi di depan sebuah rumah, kami pun meluncur ke dermaga. Dengan perahu compreng kami menyeberang ke Pulau Nusakambangan. Tarifnya cukup murah, harga teman. Kalau orang lain bisa sampai Rp30.000,- pulang pergi.

Setelah menyeberang Selat Segara Anakan yang membatasi antara kota Cilacap dan Pulau Nusakambangan selama 10 menitan, kami pun mendarat di salah satu tempat di Pulau Nusakambangan. Sambil menunggu kloter berikutnya tiba, kami duduk-duduk di depan sebuah jalur setapak, jalur menuju ke Kali Kencana. Udara cukup terik saat itu. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya rombongan kloter kedua dan ketiga pun tiba. Penumpang di kloter tiga inilah pemandunya. Anak-anak muda ini biasa bermain ke Pantai Kali Kencana.

Setelah peserta lengkap, kami pun mulai memasuki hutan Pulau Nusakambangan. Jalurnya datar, menanjak, datar lagi, menanjaaak lagi begitu terus hehehe …. Turunan, tentu saja ada. Pokoknya lumayan berkiringatlah. Dan, aku tersenyum geli melihat salah seorang Mbak-Mbak memakai sepatu pantofel. Hebatnya si Mbak ini hingga pulang tetap memakai sepatu itu. Salut, Mbak, tapi tak akan kutiru hihihi. Aku tentu saja masih setia dengan sandal gunungku.

Kami berjalan dengan irama berbeda. Yang di depan jalan teruuuus, tanpa melihat yang di belakang. Sementara yang jalan di belakang cewek-cewek masa kini pemburu foto selfi. Aku sendiri berada di tengah, dan terkadang menunggu para cewek yang tertinggal. Untung akhirnya beberapa peserta cowok bergabung dengan peserta cewek yang ketinggalan.

Setelah berjalan cukup melelahkan, kami pun melewati sebuah mata air yang lumayan luas. Ada beberapa genangan air di beberapa tempat. Tempat itu sangat teduh, enak untuk nongkrong. Kami hanya melewati tempat itu tanpa berhenti. Aku malah tidak ingin berhenti karena dalam pikiranku sungai adalah tempat binatang mencari air. Dan, salah satu penghuni hutan Nusakambangan adalah macan kumbang!

Salah satu mata air di Pulau Nusakambangan Foto: winda’s collection

Hutan Pulau Nusakambangan masih asri. Bunyi-bunyian burung dan serangga kerap menemani perjalanan kami. Bagiku ini trekking yang menyenangkan, berjalan di alam yang masih alami. Udara pun terasa segar.

Kami pun terus berjalan. Di saat hati bertanya-tanya karena sudah satu jam lebih berjalan, tapi tidak sampai-sampai, di depan kami menghadang sebuah sungai yang tinggi airnya sepaha orang dewasa. Sungainya tak terlalu lebar, tapi cukup membuat basah pakaian kami. Sempat terpikir olehku ada buaya di sungai ini. Hiii! Untung saat itu aku lupa, benar-benar lupa kalau beberapa waktu lalu kotaku dihebohkan dengan munculnya buaya di area Segara Anakan Pulau Nusakambangan. Huff … untung saja di sungai ini tak ada binatang buas itu. Atau jangan-jangan ada? Entahlah ….

Tak lama setelah menyeberang sungai, kembali kami memasuki hutan, namun pepohonan mulai tidak begitu rapat pertanda akan menuju ke pantai.

Kemudian, sampailah kami di sebuah area yang dipenuhi pohon cimplukan. Pohon ini sekarang jarang ditemukan, padahal khasiatnya luar biasa. Setelah melewati pepohonan cimplukan, kami dibuat takjub dengan sebuah pemandangan yang memesonakan mata. Itulah Pantai Kali Kencana, sebuah surga yang tersembunyi di Pulau Nusakambangan. Melihatnya, semua lelah hilang rasanya, tapi tidak dengan lapar! Oleh karena itu, kami pun makan terlebih dahulu hehehe …. Dua jam perjalanan cukup menguras energi kami.

Pantai Kali Kencana yang memesona Foto: winda’s collection

Pantai Kali Kencana ini terletak di sebelah selatan Pulau Nusakambangan dan menghadap ke Samudra Hindia, makanya ombaknya sangat tinggi. Pantainya berupa cekungan. Kami pun duduk-duduk di atas pasir putih sambil memandang keindahan pantai dan memakan bekal yang dibawa.

Bersantai di tepi pantai

Saat air surut, kami semua naik ke batu karang besar yang berada di sana. Dari atas batu karang, kami menikmati indahnya pantai dengan ombaknya yang besar. Setelah mengambil gambar, kami pun segera turun dari batu karang besar. Namun, untuk turun tentu saja kami harus menunggu air surut sebelum ombak besar datang menghantam karang lagi. Serem, ya?

Pantai Kali Kencana bukan satu-satunya pantai yang berada di Nusakambangan. Namun, keindahannya layak diperhitungkan. Minggu itu aku mendapat pengalaman baru mengunjungi salah satu tempat yang belum banyak dijamah orang, bahkan orang Cilacap sendiri pun banyak yang belum tahu, juga bertemu dengan kawan-kawan baru. Untunglah aku dimasukkan ke sebuah WAG oleh seorang seniorku di pecinta alam “LAREPA” SMA Negeri 1 Cilacap sehingga bisa bergabung dalam kegiatan asyik ini.

Setelah tiba di pantai ini, kami mulai akrab satu sama lain, makan rame-rame dan mengobrol tentang berbagai hal.

Setelah puas bermain-main di sana, kami pun segera pulang ke Cilacap. Dan saat menyeberang sungai, tinggi airnya sudah mencapai pinggang! Seru, ‘kan?

***

rumahmediagrup//windadamayantirengganis

2 comments

Tinggalkan Balasan ke Ribka ImaRi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.