Bangkitlah, Jangan Selamanya Terpuruk

Sebuah review film.

Judul: Ender’s Game
Tahun rilis: 2013
Sutradara: Gavin Hood
Skenario: Gavin Hood
Berdasarkan: Ender’s Game oleh Orson Scott Card
Pemeran: Asa Butterfield, Harrison Ford, Hailee Steinfeld, Viola Davis, Abigail Breslin,
Ben Kingsley

》》》Spoiler alert 《《《

Kisah tentang ruang angkasa hampir selalu menarik perhatian saya. Misteri di dalamnya, rumor, dan khayalan tentang adanya alien, telah menjadi hal yang saya sukai sejak kecil. Menonton Ender’s Game yang diperankan oleh remaja tanggung seakan membangkitkan kembali kenangan yang hampir hilang.

Ender’s Game merupakan film fiksi ilmiah yang berkisah tentang sekolah pertempuran untuk melawan Formic, makhluk alien. Asa Butterfield yang memerankan Ender Wiggin, remaja berusia 16 tahun, sedari awal sudah menjadi perhatian pemimpinnya, Graff, yang diperankan Harrison Ford.

Pada tingkat awal sekolah strategi di bumi, Ender sudah dibully karena kepintarannya. Strategi yang dipikirkannya membuat takjub Graff, hingga Graff melakukan banyak tekanan pada Ender. Bukan untuk menyiksa, tapi untuk membuat dia benar-benar berjuang dengan kekuatannya, tanpa bantuan pihak lain. Di tahap ini, saya jadi teringat kata-kata ‘the winner stands alone’.

Di keluarganya, Ender adalah anak ketiga yang mengikuti sekolah strategi. Kedua kakaknya dulu tidak lulus. Setelah melalui seleksi ketat, ternyata Ender menjadi ‘Yang Terpilih’.

Pembullyan yang dilakukan sebagian timnya tak menjadi perhatian khusus. Ia tak peduli. Ini bisa menjadi pelajaran tanpa perlu bicara panjang lebar pada remaja. Stop bullying terutama dilakukan oleh pribadi yang terkena bully. Saya sangat suka adegan ketika ia membalas perlakuan kasar orang-orang yang membencinya.

Adegan Ender memenangkan game dengan cara tak biasa, membuat takut teman satu timnya, tapi mengundang kagum Graff. Saya terkagum-kagum dengan penulis novel ini, yang begitu lihai memasukkan program ‘otakmu, kekuatanmu’. Sikap disiplin, setia kawan, tak perlu menjadi tekanan bila ada tujuan.

Tanpa disadari oleh Ender, dia ternyata telah dipersiapkan untuk bertempur secara real dengan Formic. Pertemuannya dengan pahlawan legendaris membuatnya melihat sisi lain dari pertempuran epik sang pahlawan yang sering ditontonnya. Saat itulah dorongan emosionalnya mengambil peran ketika Ender mengetahui bahwa game yang baru saja dimenangkannya bukan permainan, tetapi kenyataan.

Paduan gambar dan musik dalam film ini khas luar angkasa, mirip gambar dan musik pada Star Wars. Adegan-adegannya masih tergolong aman untuk anak-anak. Gambar yang ditampilkan cukup menarik.

Judul Ender’s Game bisa dipahami sebagai permainan dan strategi Ender untuk menang, atau kemampuan akhirnya yang tidak lagi semata-mata menghentikan perang.

Film ini cukup banyak menyajikan pelajaran, terutama untuk remaja. Berbagai permainan strategi sungguh memancing keingintahuan lebih dalam. Termasuk jenis film yang tidak mengerutkan kening. Layak menjadi tontonan keluarga.


rumahmediagrup/fifialfida

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.