Diari Cik Onis

Workshop Wajibul Ghunnah

“Cik, simpan 1 seat untuk aku, ya… gosah kau tulis namaku. Malu aku kalau cuma pande booking aja tapi pas disuruh bayar gak pande bayarnya,” pesan Mak Topan waktu bilang mau ikut workshop ke Cik Onis.

“Kok gitu, Mak? Usaha Mak kan banyak penggemar, 200 ribu sekejap aja dapatnya tu. Apalagi aku yakin ini mantap kali ilmunya, mendasar, cuman yaaa kalau berusaha gak punya yang namanya visi misi, wooo… bisa lintang pukang kita Mak. Biarpun usaha makin besar tapi mata gampang kesasar, karena gak tau 🎤🎵mau dibawa ke mana usaha innniiii 🎻🎶…”


Alamaaakkk, dibawak menyanyi pulak sama Cik Onis. Kesian memang kawan kita satu ini, suka nyanyi tapi apa daya suaranya cempreng…

Mak Topan udah sering dengar suara cempreng itu, jadi tak pala terganggu kali dia, makanya lanjut curhat, “Aku kadang-kadang mudah putus asa, Cik… cepat capek, duit puuunnn macam cuma singgah, nempel-nempelin baunya aja di dompetku, tapi barangnya sebentar dah pindah!”

“Maaakkk, Maaakkk… kalau memang cem gitu ceritanya, berarti memang wajibul ghunnah ikut workshop. Mak terdeteksi tak punya visi misi dalam berusaha,” Cik Onis ngomong macam dia sudah fasih kali soal visi misi, padahal jadi peserta juga dia itu.

“Wajibul ghunnah? Ada belajar bahasa Arab juga nantinya?” Kan, malah makin bingung Mak Topan. Cik Onis ni pun…

“Wajibul ghunnah itu artinya wajib berdengung, Maaakkk… wajib bergetar. Mak belajar, praktek, pengaruhi orang lain untuk jadi lebih baik. Menggetarkan lah pokoknya.” Cik Onis coba-coba bikin arti baru pulak.

Mak manggut-manggut, entah memang udah ngerti entah karena masih mikir soal duit 200 ribu itu.

“Kalau kubawa ponakanku ikut, bisa Cik?”

“Boleh kali pun, tapi belum anggota TDA ya Mak?” Cik Onis memastikan.

“Iya belum, itulah yang bikin maju mundur syantik mau daftar. Kulihat sampe 500 ribu gitu bayarnya. Setengahnya aja aku mikir! Padahal ponakanku ini suka belajar,” ujar Mak Topan dengan agak merengut sikit.

“Halaaahhh… perkara itu bisa kita atur. Kalau memang serius mau usaha maju, mau diri berkembang, bisa tanya-tanya ke Bang Jamal ketua TDA, Mak Ara sang bendahara, Pak Toptop di bagian pelayanan anggota, selain tanya langsung sama aku,” Cik Onis ngasi kode cara mudah jadi anggota TDA.

“Serius kau? Nggak apa-apa macam gitu?” Ckckck… masih ragu juga Mak Topan.

“Ko tengok mukaku ni Maaakkk… bisa secantek aku ini jadi pelawak? Yang sering aku kenak tuduh jadi kutu buku…” maju 10 senti bibir Cik Onis.

“Bwahahahaha… iya, iya, percayalah aku. Kau tulislah namaku sama ponakanku. Sekitar 5 hari sebelum tanggal 10 Oktober aku bayar full. Sejak kubaca profil usaha pembicara, aku yakin ilmunya mantap, aku banyakan ragu aja.”

Cik Onis senang, penjelasannya diterima Mak Topan dengan baik. Dia pun menulis dengan tersenyum.

Hening sejenak, sambil menatap Cik Onis, dengan tenangnya Mak Topan bilang, “Tapi aku tetap gak yakin kau cantik, Cik…”

rumahmediagrup/fifialfida

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.