Apa Arti Airmatamu

Temanku yang satu ini, agak sulit aku memberikan kategori. Naif tapi cantik, bodoh tapi bernasib mujur, bernasib mujur tapi kurang syukur ataukah ada memang orang yang sifatnya seperti air. Mudah goncang, mudah berubah.

Di bandara Juanda kutunggu dia dengan harapan aku bisa memberikan motivasi menguatkan jiwanya, agar dia lebih tabah. Dari kejauhan dia mengembangkan tangannya menuju ke arahku. Dia memelukku erat dengan guncangan tubuhnya menahan rasa sedih ditinggalkan suaminya. Aku bisa bayangkan bagaimana kesedihan yang dia rasakan.

Dia bercerita banyak tentang suaminya sampai kepada penguburannya. Bercerita bagaimana bos suaminya memperhatikan dan menceritakan segala hal saat suaminya bekerja di sana sampai kepada bagaimana bosnya memberikan fasilitas hadiah-hadiah kepada suaminya. Mata Jihan menceritakan sambil berbinar-binar. Ada sirat kebanggaankah? Atau kebahagiaan? Dia bercerita, bahwa bos suaminya baik sekali padanya, mengajaknya ke tempat-tempat yang suaminya suka. 3 hari dia di sana dan saat ini dia berkata “Mbak, sebenarnya aku tidak bisa bertahan lama hidup sendiri” Nah lu… pernyataan terakhir ini yang membuatku terkejut dan bertanya-tanya. Inikah arti kesedihannya, air matanya terhadap kematian suaminya? Haha… Naif banget.

Asparaga, 25062020. 04.02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.