Cirebon New Normal

Cirebon New Normal

Memasuki masa new normal di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri, diperlukan keputusan yang cermat untuk memulai kembali aktivitas. Hal itu dilakukan agar penyebaran virus tetap dapat diatasi.

Bagi sebagian sektor, baik itu pendidikan, perdagangan, industri dan sektor lainnya, keadaan new normal di tengah pandemi yang belum berakhir sudah mulai dilakukan.

Di kota dan kabupaten Cirebon khususnya, dalam situasi new normal saat ini sudah mulai terlihat pergerakannya. Namun tentunya kondisi ini jangan dianggap sepele, karena makna new normal itu sendiri adalah kenormalan baru yang berarti menghadapi hidup normal di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri merupakan dukungan bagi keberlangsungan usaha pada situasi new normal ini. Tentunya panduan ini harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing industri.

Dalam sektor perdagangan contohnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan skema new normal di sektor ini. Skema tersebut disiapkan agar sektor perdagangan bisa kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu sektor perdagangan di kota Cirebon sendiri sudah mulai melakukan aktivitasnya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti Grage mall, Cirebon Super Block (CSB), Trans Mart dan Yogya Group, yang pada masa pandemi bulan lalu tutup total, sekarang sudah mulai dibuka kembali dengan kondisi yang masih belum seramai seperti sebelum masa pandemi terjadi. Tentunya masih dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Protokol kesehatan tersebut meliputi ketersediaan sarana cuci tangan di depan pintu masuk, pengecekan suhu tubuh oleh petugas keamanan, pembatasan jam operasional, pengaturan jumlah kunjungan, pembatasan waktu sirkulasi pengunjung dan himbauan jaga jarak.

Dalam sektor jasa dan transportasi, Ojek online (Ojol) di Cirebon sudah diperbolehkan mengangkut penumpang dalam Pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB) proporsional, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Ada pun diperbolehkannya kembali ojol mengangkut penumpang, berlaku di kota Cirebon yang saat ini status level kewaspadaan penyebaran Covid-19 berada pada zona biru. Dalam operasionalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) hanya sebatas mengawasi angkutan jasa ojol dan semua angkutan umum lainnya.

Bus pariwisata antar kota antar provinsi (AKAP) juga sudah mulai beroperasi. Akan tetapi guna menerapkan physical distancing jumlah penumpang pun dibatasi antar satu kursi dengan kursi yang lainnya.

PSBB proposianal ini akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah kota Cirebon terkait masa berakhirnya pada tanggal 26 Juni. Pemkot Cirebon sejauh ini belum memutuskan apakah kota Cirebon akan melakukan perpanjangan PSBB atau bergeser pada adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Berbeda dengan sektor perdagangan dan jasa, dalam sektor pendidikan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyatakan bahwa keputusan di bidang pendidikan ini akan dilakukan pada putaran terakhir, setelah bidang lainnya diputuskan secara cermat.

Keputusan ini dirasa tepat, melihat penyebaran virus Covid-19 lebih cepat terjadi pada anak-anak. Maka dari itu, tidak memungkinkan untuk menerapkan sistem new normal di sektor pendidikan dalam waktu dekat ini.

Ketetapan pembelajaran secara tatap muka memang belum diputuskan. Kemendikbud melalui Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Evi Mulyani dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (9/6/2020) menyatakan bahwa kegiatan belajar secara tatap muka tergantung pada perkembangan Covid-19, hanya beberapa sekolah yang melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka tergantung dengan gugus tugas dan zona wilayah yang terpapar Covid-19.

Pemerintah saat ini tengah mengkaji aturan new normal di sektor pendidikan. Kalau pun diberlakukan, aturan tersebut hanya mengacu untuk sekolah dan perguruan tinggi di daerah dengan status hijau, yang diperbolehkan menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka. Itu pun tetap dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

Meskipun begitu, di beberapa pusat pendidikan di wilayah Cirebon sudah mulai memberlakukan kegiatan sekolah secara luring (tatap muka), seperti halnya di beberapa pondok pesantren di Kabupaten Cirebon. Santri dan santriwati lama maupun baru sudah mulai masuk pondok dan melakukan kegiatan. Tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan ketika santri dan santriwatinya mulai masuk pondok.

Walaupun Kabupaten Cirebon masih berada dalam zona biru, tapi beberapa pondok pesantren sudah memberlakukan santri dan santriwatinya untuk kembali masuk dan tidak boleh dikunjungi sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk tingkat SMA dan SMK bahkan sudah masuk pengumuman tahap pertama. PPDB tahap pertama ini sudah dilakukan oleh siswa melalui jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua. Sementara untuk PPDB online tahap kedua, akan digelar pada 25 Juni-1 Juli mendatang.

Kabar baiknya, Kabupaten Cirebon sudah akan bersiap memasuki zona hijau, itu artinya kemungkinan kembali ke sekolah akan segera diberlakukan.

Namun menurut Persatuan Guru Madrasah (PGM), Dedi Supriyadi MPD mengatakan, tidak semua sekolah mampu dalam menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. “Keputusan ini harus dikaji secara matang, sekali pun sudah zona hijau. Perlu diinspeksi kesiapan sekolah sebelum memutuskan belajar tatap muka,” ujar Dedi kepada Radar Cirebon.

Melihat hal tersebut, penerapan new normal dalam sektor pendidikan memang harus benar-benar dikaji secara matang. Baik itu persiapan infrastruktur, kesiapan protokol kesehatan di setiap sekolah dan juga pemahaman siswa mengenai pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, perlu diperhatikan dengan sebaik-baiknya.

Pentingnya memperhatikan protokol kesehatan dengan baik, itu sangatlah diperlukan. Adanya kesadaran akan bahayanya penyebaran Covid-19 ini, setidaknya bisa menjadi dasar pemikiran setiap individu untuk tetap wasapada dan menghindari hal-hal yang tidak begitu penting, jika itu bukan suatu keharusan untuk dilakukan.

Tetap waspada di tengah new normal ini, karena tidak menutup kemungkinan apabila sudah berada di zona hijau akan berubah kembali ke zona biru atau bahkan merah, jika penerapan protokol kesehatan tidak benar-benar diperhatikan dengan baik oleh berbagai sektor dan individu.

Sumber Referensi :

Harian Umum Radar Cirebon


https://m.republika.co.id/berita/qbr20y483/skenario-pendidikan-masa-new-normal

https://www.suara.com/yoursay/2020/06/11/104201/kehati-hatian-nadiem-makarim-benahi-pendidikan-di-tengah-new-normal

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.