Menemukan Format Baru

Sumber gambar : galery rumahmediagrup.com

Menemukan Format Baru

Bulan ini masa yang sangat sulit untuk diterima. Si kakak yang harus rela melepas masa lulus SDnya dengan hanya tasyakuran sederhana, dan si adek harus rela melepas lulus TK nya hanya dengan foto memakai toga saja. Tanpa pesta dan perayaan. Tanpa ujian negara juga…

Jika mereka bertanya kapan pandemi ini berakhir? Jawaban itu mulai redup dengan situasi yang dipaksakan harus berdamai dengan pandemi itu sendiri. Meskipun puncak pandemi berada di mana, kapan, belum ada jawaban. Kemudian, situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena hidup harus tetap berjalan? Begitukah? Bukankah masih belum jelas kapan pandemi berakhir juga? Namun, sayangnya kita dipaksa untuk menerima keadaan ini dengan new normal, yang katanya new normal adalah situasi baru yang ditemui dan bahkan menjadi hal yang baru dalam mekanisme “hidup” yang baru.

Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah akankah kehidupan kita akan kembali seperti dulu? Mekanisme baru akan tetap “berwajah” lama? Sepertinya tidak ya, justru kesiapan kita dalam menghadapi situasi baru menjad hal yang lazim, ya..lazim yang baru. Kita akan terbiasa dengan masker, menjaga jarak, cuci tangan dan berpikir sehat. Semua akan berdampak pada perubahan kehidupan dan cara adaptasi. Satu-satunya jalan dalam menerima new normal yakni dengan adaptasi. Yakni menerima perubahan yang harus dilakoni, meskipun harus engap memakai masker berjam-jam, tidak keluar rumah jika tidak ada hal yang penting. Kebiasaan cuci tangan setelah bepergian dan memulai sesuatu. Dan beberapa kebiasaan lainnya, yang mungkin dulu kita enggan melakukannya. Berpikirlah untuk kebaikan, berhentilah melihat masa lalu. Karena hidup dengan new normal bukan hanya sebagai pilihan keputusan, tapi juga proses pembentuk pribadi yang baru.

Sejak kemarin, seminggu lalu, sebulan lalu, setahun lalu, telah berganti standar kebersihan kita, standar berpikir kita, bahkan standar biaya belanja kita. Kebutuhan hand sanitizer menjadi kebutuhan pokok yang harus tersedia di rumah, di mobil, bahkan di tas kita. Sabun cuci tangan, air kran mengalir telah “bekerja” dan ada di depan rumah, depan warung, bahkan depan sekolah.

Lalu, pertemuan virtual menjadi hal baru yang tak terelakan. Ujian daring, pembelajaran daring, pelatihan daring, bahkan wisudapun virtual. Beberapa perubahan ini membawa pada situasi yang mengandalkan teknologi. Pola presentasi dan penjelasan yang baru, yang juga berhadapan dengan negosiasi yang virtual. Rapat online menggantikan bertemu secara langsung. Media online sangat cepat berubah dan menjadi sebuah kebutuhan.

Mulai sekarang, semua berubah, dan akhirnya menemukan format baru pada hidup masing-masing.

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.