Kaka, Rindu Bunda Dalam Doa

Kaka, Rindu Bunda Dalam Doa

Mengisahkan kembali tentang anak perempuan pertamaku yang saat ini tengah menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren yang tak jauh dari rumah.

Pada awalnya memang terasa berat melepas anak pertama untuk tinggal berjauhan dengan orang tua dan keluarganya. Meskipun ia tengah menghabiskan waktu untuk mencari ilmu agama dan pengetahuan lainnya.

Masa-masa berat itu sedikit demi sedikit mulai terkikis. Dengan doa memohon ketenangan dan kekuatan untukku sebagai ibu dan untuk Kaka, sebagai anakku, Hati mulai bisa menerima dengan ikhlas.

Hanya melalui surat aku dan Kaka bisa berkomunikasi. Larangan sementara untuk mengunjungi anak, terutama santriwati baru, membuatku melakukan komunikasi melalui surat yang dititipkan pada kakak kelas yang berjaga di gerbang pondok.

Selama 2 bulan, kami dilarang untuk bertemu, alasannya untuk membiasakan santri agar bisa kerasan tinggal di pondok. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengintai saat ini pun menjadi alasan pondok untuk memberlakukan orang tua agar tidak sering-sering mengunjungi sang anak.

Jika dirasa ada keperluan anak yang masih kurang atau hendak memberikan jatah bulanan, hanya bisa dititipkan lewat kakak kelas yang siap siaga berjaga di pintu gerbang.

Aku pribadi tak mempermasalahkan peraturan tersebut. Karena mungkin untuk kebaikan anak itu sendiri. Selain itu, kerinduan orang tua pun tak terputus begitu saja. Kegiatan anak-anak selama di pondok di share di akun sosial media whatsapp yang terbentuk dalam satu grup kegiatan santri pondok.

Jadi orang tua bisa melihat kegiatan anak, meski tak bisa bertemu secara langsung. Hal itu begitu terasa bagi orang tua yang baru memasukan anaknya ke pondok pesantren.

Dalam beberapa kesempatan, kegiatan Kaka di pondok tampak dalam beberapa momen. Seperti saat kegiatan olahraga pagi, foto bersama para santriwati baru dan kegiatan terakhir saat tengah murojaah Al-Qur’an.

Hati mana yang tak meleleh melihat anak sudah bisa menyesuaikan diri dengan kegiatan pondok, melihat riwayat Kaka saat masuk SDIT dulu sampai berhari-hari harus ditunggui.

Berbeda dengan saat memasuki pondok, meski aku tahu dalam hatinya belum merasa lapang menerima kehidupannya di pondok dalam kurun waktu yang tak sebentar, tapi ia bisa menyesuaikan diri. Itu terlihat dari beberapa foto yang di share di grup kegiatan santri. Kaka bisa mengikuti kegiatan pondok dengan baik.

Hal itu tentu saja membuatku lega dan bahagia. Mungkin terkesan berlebihan, tapi itulah aku, ibu yang untuk pertama kalinya memasukan anak ke pondok, yang pada awalnya terasa berat berpisah dari sang putri, tapi seiring waktu bisa menyesuaikan keadaan.

Rindu sudah pasti. Tapi semua rindu itu kupasrahakan dalam setiap lantunan doa di setiap sujud dan tengadahnya kedua tangan. Memohon pada Sang Maha Kuasa, agar Kaka selalu dalam perlindungan dan penjagaan-Nya, selalu bahagia dan ikhlas dalam kondisi apa pun dan bisa menyerap ilmu dengan sebaik-baiknya.

Share yang dikirim terakhir di grup kegiatan santri, tampak Kaka dan beberapa temannya tengah melakukan murojaah Al-Qur’an. Terasa tenang jiwa ini melihatnya. Semoga Kaka bisa terus menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan pertamanya kala bangun pagi, dan bacaan terakhirnya kala menjelang tidur.

Harapanku, Kaka bisa menambah hapalannya selama di pondok dan bisa menjadi generasi Qur’ani yang betul-betul menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dunia dan akhiratnya.

Kaka, rindu Bunda selalu dalam doa. Semoga kau mengerti kenapa Bunda dan Ayah memasukanmu ke pondok. Mungkin kau mengeluh sekarang, tapi esok kau akan memahami betapa kasih sayang orang tua itu begitu besar, ingin yang terbaik untuk anaknya, ingin menjadikan sang anak menjadi generasi Qur’ani yang salehah, mandiri dan bertanggung jawab. Semua itu akan Kaka dapatkan selama menuntut ilmu di pesantren.

Percayalah, Bunda dan Ayah ingin kebaikan dunia dan akhiratmu. Kami ingin engkau menjadi Qurrota A’yun dan Mujahidah tangguh bagi dirimu, keluarga dan juga saudara-saudaramu.

Foto : koleksi pribadi, Kaka dan teman-teman saat melakukan Murojaah Al-Qur’an di pondok pesantren.

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.