Kita Siap Sekolah Lagi

Sobat, akhir-akhir ini ramai jargon “aku dan kamu #siapjalanlagi. Ehmm, bagi para jomblo jangan sensitif dan berprasangka dulu ya. Jargon itu dimaksudkan atau mengarah ke new era atau new normal telah datang. Ada yang mengatakan ini seperti herd immunity. Apapun itu, setelah pandemi berlalu, sekadar menormalkan praksis sekolah tidaklah cukup; yang diperlukan adalah transformasi, yaitu “desain besar” untuk merubah system pendidikan secara mendasar. Pandemi ini adalah momentum untuk kita melakukan hal-hal besar dan mendasar. Terutama dalam dunia pendidikan.

Banyak dilema ketika pandemi berlalu, apakah akan tetap melanjutkan pembelajaran daring? Bagaimanapun peran guru takkan tergantikan oleh teknologi. Namun jika pembelajaran berlangsung offline/luring, maka banyak hal pula yang perlu diwaspadai, salah satunya banyak siswa maupun guru yang bisa jadi berada di zona merah sementara sekolah berada di zona hijau.

Bagi sekolah swastapun mengalami kegabutan akan jumlah siswa yang akan mengambil cuti jika pembelajaran masih tetap daring. Tentu ini berpengaruh pada insentif yang akan diterima guru. Padahal peran guru tidak tergantikan oleh teknologi. Interaksi yang terjadi antara guru dan murid adalah interaksi edukatif yang akan berbeda jika diperankan oleh orang tua.

Terkait pendidikan anak usia dini (PAUD), maka banyak hal mendasar yang akan dipelajari dan tentunya menjadi karakter baik bagi anak usia dini ketika new era/new normal ini dijalani. Seperti pembentukan karakter sesuai kompetensi dasar pendidikan anak usia dini yaitu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

PHBS ini guna mencegah penularan virus. Para siswa harus mematuhi protokol kesehatan, seraya melakukan berbagai upaya praktis agar pendidikan berjalan normal. Pengenalan virus beserta penyakit-penyakit yang disebabkannya beserta cara pencegahan/penanganannya juga bisa diberitahukan ke siswa PAUD. Dan lingkup lainnya seperti nilai agama moral ketika menyikapi pandemi, kegiatan fisik motorik, bahasa, seni terkait tema pandemi ini bisa dikembangkan di PAUD.

Nah Sobat, ada pilihan blended metode pembelajaran alias kombinasi daring dan luring yang bisa diterapkan di sekolah. Metode kombinasi ini menjadi jalan tengah bagi sekolah dan orang tua  agar yang mempunyai keinginan untuk bersekolah bisa terakomodir. Apapun pilihan pembelajaran yang diterapkan nanti terutama pada PAUD tetap fokuskan pada menjaga keamanan  kesehatan AUD. So bagaimana Sobat, apakah siap kita jalan lagi? Eh sekolah lagi?

rumahmediagrup/nur fitri agustin

sumber gambar pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.