New Normal dan Kedisiplinan Masyarakat

New Normal dan Kedisiplinan Masyarakat
Oleh: Eti Nurhayati,S.S.,M.Pd

Ilustrasi, (foto:Medialampung.co.id).

Pasca diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Indonesia, kini di berbagai daerah telah menerapkan tatanan baru yang disebut new normal.

Secara umum menjalani kehidupan seperti biasanya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, itulah yang disebut new normal. Namun sebagian masyarakat masih awam tentang hal ini, bahkan banyak yang menafsirkan new normal itu menjalani hidup secara normal/seperti biasanya. Buktinya disana sini masih dijumpai kerumunan massa, dan beberapa dari mereka tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak. Mereka banyak yang mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku.

New Normal atau kenormalan baru merupakan sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk pada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008-2012, dan pandemi Covid-19.

Dikutip dari detik.com (30 Mei 2020), new normal adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan,social dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Di masa new normal ini beberapa pusat perekonomian mulai dibuka, seperti mall dan pasar-pasar tradisional. Demikian juga tempat-tempat peribadatan dan destinasi-destinasi wisata.

Semakin hari korban yang positif Covid-19 semakin bertambah. Dalam minggu ini setiap harinya tidak kurang dari delapan ratus orang yang positif terpapar. Dilansir dari merdeka.com data hari Kamis (25/6) menunjukkan penambahan kasus baru sebanyak 1.178 kasus.

Ya, mengikuti pemberitaan mengenai perkembangan korban yang terpapar Covid-19 dan penanganannya selalu menyisakan kekhawatiran. Beberapa klaster baru bermunculan tak terelakkan. Sejumlah pasar tradisinal kini terpaksa ditutup karena di pasar-pasar itulah ditemukan para pedagang yang terindikasi positif Covid-19.

Mau tidak mau, seluruh masyarakat, tanpa kecuali harus patuh pada aturan pemerintah yang berhubungan dengan protokol kesehatan yang berlaku saat ini, karena hal tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memutus mata rantai virus yang satu ini.

Perlu disadari,sebagus apapun konsep , bila tidak didukung oleh perilaku masyarakat, maka konsep tersebut akan berpotensi gagal.Demikian pula dengan konsep new normal.New normal akan berhasil apabila didukung oleh seluruh masyarakat.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas umum yang disahkan pada 19 Juni 2020. Tempat dan fasilitas umum yang dimaksud dalam keputusan tersebut antara lain pasar dan sejenisnya, Mall/pertokoan dan sejenisnya, Hotel/penginapan/homestay/asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya,sarana dan kegiatan olah raga, moda btransportasi, stasiun/terminal/pelabuhan/Bandar udara, lokasi daya tarik wisata,jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya ,jasa ekonomi kreatif, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, jasa penyelenggaraan event/pertemuan.

Protokol Kesehatan berlaku bagi siapa saja yang terlibat atau berada di tempat dan pasilitas umum. Dalam hal ini sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat benar-benar harus mendapat perhatian khusus. Dengan kata lain harus lebih ditingkatkan. Tentunya harus ada kerjasama yang solid antara beberapa pihak terkait agar dapat melaksanakannya. Pelaksaannya pun harus tertib dan mendapat pengawasan.

Kesadaran dan kedisiplinan menjadi hal terpenting bagi masyakat kita. Kesadaran itu diantaranya meliputi kesadaran menggunakan masker, menjaga jarak (Sosial Distancing), mencuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas tubuh dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dengan segala usaha dan do’a, kita berharap semoga pandemi ini cepat berlalu.

Wallahu’alam bisshawab


Penulis adalah guru di SMP Negeri 1 Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. Tergabung dalam Forum Guru Menulis (Gumeulis), Komunitas Pegiat Literasi Jabar, Guru Kreatif Nusantara dan Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat.

Referensi:
https://id.m.wikipedia.org
https://m.detik.com
sehatnegeriku.kemkes.go.id

Keterangan:
Artikel ini juga diterbitkan oleh : didikpos.com tertanggal 26 Juni 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.