Bersiwak

::Bersiwak::

Bab Bersuci
Bagian 3

•>Bersiwak/ Membersihkan gigi

Bersiwak atau menyikat gigi disunnahkan pada setiap saat. Kecuali setelah tergelincirnya matahari bagi orang yang berpuasa. Yaitu setelah jam 12 siang, maka makruh hukumnya bersiwak.

Ada 3 keadaan yang sangat disunnahkan untuk bersiwak.
1. Ketika berubahnya bau mulut sebab diam atau tidak makan dalam waktu yang lama.
2. Ketika bangun dari tidur.
3. Ketika hendak melakukan salat.

Siwak yang dimaksud dalam kitab ini (Taqrib) adalah pembersih gigi dari kayu pohon arak.
Kenapa kayu arak? Ranting kayu ini lebih lunak dan terasa nyaman di mulut. Di Indonesia, fenomena bersiwak banyak di sekitar kita. Kayu arak ini dijual, serta dijadikan oleh-oleh jamaah haji untuk handai tolan sepulang ke Indonesia.

Sebagian orang menganggap, yang disebut bersiwak adalah menggunakan kayu tersebut sewaktu-waktu, terutama sebelum salat. Zaman sudah berubah, masyarakat juga mengenal sikat gigi serta pasta gigi. Sikat gigi lebih mudah didapat di Indonesia, serta bisa menjangkau bagian mulut yang lebih dalam.

Nah, apakah menggunakan sikat dan pasta gigi termasuk bersiwak juga?

Dua ulama ahli fikih kontemporer menuturkan, yaitu Syeikh Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib, dan Syeikh Wahbah Az-Zuhaily dalam kitab al-Fiqhul Islam wa Adillatuh. Keduanya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan bersiwak adalah membersihkan gigi dengan kayu arak atau sejenisnya seperti sikat gigi dan pasta gigi.

Maka perlu diketahui, bahwa tujuan bersiwak ini adalah mulut yang bersih serta bau mulut yang sedap. Dalam interaksi kita sehari-hari, gigi kotor dan bau mulut tak sedap membuat tidak nyaman.

Bersiwak dengan kayu juga perlu diperhatikan. Setelah digunakan, kayu hendaknya dicuci. Lalu saat ujungnya sudah mekar, maka ia sulit untuk menjangkau sela-sela gigi. Kayu siwak yang digunakan tapi tak kunjung dicuci, tentu juga bisa menyebabkan kayu itu berbau tak sedap.

Membersihkan gigi itu penting, dan meskipun tidak menggunakan kayu tetap diniatkan bersiwak agar mendapat kesunahan. Gigi bersih, nafas segar, serta mendapatkan kebaikan juga. Kalau bisa, kita juga boleh menggunakan kayu arak agar lebih menambah keutamaan.

Wallahu a’lam
28062020

Sumber bacaan:
Kitab Ghoyah wa Taqrib
NUonline

rumahmediagroup//afaf.aulia18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.