Kultur Dan Budaya Saat Ini

Kultur Dan Budaya Saat Ini

Dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ketika mulai diberlakukannya New Normal, kita dipaksa untuk hidup berdampingan dengan Covid 19.

Perasaan takut selalu bergelayut dalam hati ini, saat keluar rumah.
Hari demi hari korban terus bertambah, memang mengerikan, tapi kita harus hadapi semua ini. Tidak bisa kita hindari. Tidak bisa juga kita berlari dari kenyataan.

Tiga bulan lebih berlalu kita sudah hadapi keadaan ini, merubah kehidupan dan kebiasaan kita sehari-hari. Mulai dari kebiasaan hidup bersih dengan cara mencuci tangan pakai sabun, setiap setelah pergi atau setelah beraktifitas. Memakai masker setiap keluar rumah. Makan makanan bergizi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah. Berolah raga dan berjemur. Semua itu kebiasaan baru untuk menjaga imunitas tubuh kita supaya tidak turun.

Kebiasaan-kebiasaan baru itu akan menjadi budaya yang melekat. Budaya atau kultur yang sudah melekat akan terus menjadi kekuatan tersendiri sebagai modal dalam berdampingan dengan virus covid 19.

Mau atau tidak pemberlakuan new normal akan menjadi kultur baru bagi kita dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas khususnya bangsa Indonesia. Semua menjaga diri sendiri masing-masing, ketika merasa tubuh kurang sehat segera melakukan pemulihan dengan mengkonsumsi vitamin dan minuman yang menghangatkan. Terus terang saya sendiri terkadang menduga-duga keadaan kesehatan diri ketika mulai flu, dan pusing di kepala. Sekedar mengukur suhu tubuh sendiri.

Terlepas dari semua itu kita kembalikan lagi kepada Dzat yang maha kuasa dari segala yang terjadi di muka bumi ini, setiap Allah berikan cobaan tidak akan melampaui kemampuan kita saat ini. Teruslah berdo’a Semoga badai ini akan cepat berlalu. Aamiin

Suatu hari Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat, “ya Rosulullah pada waktu apakah do’a manusia lebih didengar oleh Allah? Dan Rosulullah menjawab, pada tengah malam dan setelah sholat fardhu sebelum mengucapkan salam (Mashabih Assunnah).

****

New normal juga merubah budaya lingkungan masyarakat dalam segi tingkat ekonomi. Banyak orang-orang yang terkena dampak covid 19, karena perusahaan atau tokonya tutup, kini ada yang bangkit kembali dan merubah pemilik sahamnya.

Di bibir jalan terlihat banyak pedagang-pedagang baru untuk mengganti pekerjaan dan usaha yang gulung tikar.

Dengan suasana new normal, sebagian orang merasa ada kebebasan setelah beberapa bulan terkekang oleh aturan PSBB. Mereka menjalani kehidupan ekonominya kembali. Walaupun harus melaksanakan protocol kesehatan.

New normal di sebut juga kebangkitan ekonomi. Selama dua bulan masa PSBB, ekonomi terasa lumpuh. Setiap perusahaan merasakan kerugian. Saatnya membangkitkan ekonomi kembali dengan resiko tinggi terhadap diri kita masing-masing.

Segala usaha untuk mencegah penyebaran virus covid 19 sudah dilakukan, saatnya kita menjadi pahlawan negeri dengan mengikuti budaya dan kultur baru.

Setiap usaha dibarengi dengan do’a karena kita tidak pernah tahu do’a yang mana dan do’a siapa yang akan diijabah oleh Allah.SWT.

Bekasi, 28 Juni 2020
Suber ganbar canva Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.