Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah

Adaptasi Kebiasaan Baru, atau disingkat dengan AKB sering disebut-sebut dalam menghadapi new normal ini. Apakah kebiasaan baru tersebut? Jelas kebiasaan menuju yang lebih baik. Dinamakan kebiasaan baru itu diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam kondisi seperti ini. Kondisi masih dalam masa pandemik yang belum tahu kapan akan berakhir.

Untuk memulihkan kondisi perekonomian Indonesia yang sempat mengalami penurunan yang signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Maka pemerintah kembali memberlakukan pembukaan tempat-tempat belanja seperti mall dan pasar. Namun masyarakat tetap harus menaati social distacing dan physical distaching. Dengan menerapkan protokol-protokol yang tepat dan ketat.

Merebak pandemik virus covid-19 yang hampir terjadi di seluruh belahan bumi tentu menjadikan interaksi langsung secara fisik dengan sesama manusia menjadi terkendala. Penerapan pola interaksi mulai dari PSBB sampai new normal dengan menaati protokol kesehatan yang ketat tentu menjadi alternatif tersendiri dari pemerintah.

Begitu pula dalam bidang pendidikan, Mas menteri memberikan pencerahan terkait tahun pelajaran baru di sekolah-sekolah. Ada beberapa pernyataan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh Mas Menteri untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru di sekolah.

Dari hasil yang disimak dari pernyataan Mas Menteri berikut ikhtisar pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penyelenggaraan Pembelajaran selama pandemik covid-19

  • Prinsip utama: Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi prioritas utama.
  • Tahun pelajaran baru tetap dimulai bulan Juli 2020
  • 94% peserta didik, pendidik tenaga pendidik di daerah zona kuning, merah, oranye, tidak diperkenankan belajar tatap muka (sekitar 483 kab./kota)
  • 6% dari daerah zona hijau, boleh membuka pembelajaran tatap muka hanya dengan protokol kesehatan sangat ketat dengan ketentuan:
  • Semuanya berdasarkan pertimbangan gugus tugas dengan persetujuan pemda dan persetujuan orang tua agar anaknya diperkenankan pergi ke sekolah.
  • Sekolah tidak bisa memaksa jika orangtuanya tidak memperkenankan

Untuk zona hijau, yang diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka hanya di level SMA/SMK/MA/SMP itupun setelah semua ketentuan di atas dipenuhi barulah 2 bulan setelahnya SD/MI boleh dibuka.
Dua bulan setelah tahap SD/MI dibuka, PAUD formal (TK/RA/TKLB) barulah boleh dibuka.
Begitu ada penambahan level risiko naik, maka satuan pendidikan wajib ditutup kembali.

Untuk sekolah berasrama, pada zona hijau masih dilarang melakukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (selama dua bulan)
Daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan
• Toilet bersih, sarana cuci tangan, disinfektan, hand sanitizer
• Memakai masker
Thermogun
• Guru dan orang tua yang memiliki kormobid tidak diperkenankan masuk
• Siswa jika sakit atau keluarganya yang sakit juga dilarang masuk
Harus ada persetujuan dari komunitas/komite sekolah jika ingin membuka sekolah tatap muka (membuat kesepakatan bersama tetap perlu menerapkan protokol kesehatan)
Masa transisi
Di bulan Juli di sekolah zona hijau semua ceklis terpenuhi, namun tidak bisa normal selama dua bulan pertama. Terpenting adalah jumlah kelas. Maksimal 50% dari kapasitas normal siswa di kelas. Harus ada shifting, pembagian jumlah siswa per kelas. Untuk jenjang pendidikan dasar jarak 1,5 meter.
PAUD maksimal 5 bulan lagi baru dibuka dengan jarak 3 meter per siswa. Maksimal jumlah siswa 5 orang perkelas

Perilaku wajib selama masa transisi (dua bulan pertama), wajib memakai masker, cuci tangan memakai sabun.
Kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan olah raga tidak diperkenankan
Kantin tidak boleh dibuka selama masa transisi
Aktivitas siswa yang menimbulkan kerumunan

BOS di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk kesiapan satuan pendidikan, termasuk untuk membeli paket data siswa dan guru.
Penggunaan Honor juga ada relaksasi (tidak perlu guru ber-NUPTK).
Ketentuan pembayaran honor yang semula 50% menjadi tanpa batas.
BOP PAUD juga dapat dipergunakan untuk pembelian paket data, sarana protokol kesehatan, dan kelonggaran penggunaan dana untuk honor tanpa batas.
Masing-masing kepala sekolah dapat menggunakan diskresi-nya.

Untuk pendidikan tinggi, Tahun akademik tetap dimulai Agustus 2020, Pendidikan tinggi keagamaan dimulai September 2020, namun pembelajaran tetap menggunakan pembelajaran daring. Untuk kegiatan praktikum, bengkel, penelitian, sifatnya small group dan individual project, kalau aktivitas prioritas untuk kelulusan mahasiswa, maka pemimpin kampus dapat mengizinkan mahasiswa datang ke kampus.

Demikian rinci-nya protokol dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Agar tetap terjaga dari wabah pandemik covid-19.

Sumber tulisan: diambil dari kiriman H. Dadang Hidayat pada Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.

Foto: Pustaka Galeri Rumah Media Grup

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Foto diambil dari pustaka galeri, pinjam yaa.

One comment

  1. Ya dengan adanya virus korona ini kita harus lebih patuh,nurut,dengan protocol” yg ada biar tidak ada kejadian yg tidak di inginkan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.