New Normal, Bebas Berekspresi?

New Normal, Bebas Berekspresi?

Sebenarnya, sudah beberapa hari ini ingin menulis tentang masa pemberlakuan New Normal dan perilaku orang-orang yang kulihat di masa New Normal ini.

Walaupun lebih suka stay at home, tetap saja karena satu lain hal aku harus ke luar rumah. Seperti beberapa hari kemarin, aku melewati jalan raya. Jalanan telah ramai oleh kendaraan pagi itu. Banyak pengendara motor kulihat tanpa memakai masker.

Bahkan, di wilayah yang tidak pernah diadakan operasi tilangan lalu lintas, banyak pengendara motor tak hanya tanpa masker, tetapi juga tanpa helm! Pun warga yang berada di tepi jalan, banyak yang tanpa masker. Mereka beraktivitas normal seperti biasa. Aku hanya bisa melihatnya saja, tanpa bisa berbuat apa.

Biasanya, jika bertemu orang yang kukenal, aku akan menegurnya, “Kok, nggak pake masker sih?”

Tujuanku saat itu adalah ke sebuah Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ada dua buku yang kubeli online sebagai “modal” untuk referensi sebuah buku yang sedang kutulis. Sengaja aku memilih ATM yang bersebelahan dengan kantor banknya karena biasanya di sini diadakan prosedur protokol kesehatan: mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh, setelah itu baru boleh menekan tombol mesin ATM. Tapi siang itu, bapak berseragam keamanan hanya tersenyum saja. Padahal, biasanya di depan pintu ia akan menghadangku dengan alat pengukur suhu di tangannya.

“Maaf, saya ukur suhu tubuhnya, ya, Mbak.”

Lalu, dia pun “menembakku”.

Setelah kuamati, tatanan baru bernama New Normal betul-betul membuat sebagian orang merasa telah bebas dari aturan yang telah membelenggu mereka selama 3 bulan.

Kini, mereka bebas beraktivitas apa saja, ke pasar, ke toko-toko, atau hanya sekedar berselfi-selfi di taman kota. Tidakkah mereka menyadari bahaya Covid-19 masih mengintai dibalik New Normal? Di media-media bahkan disebutkan angka penambahan pasien positif Covid-19 terus bertambah di banyak tempat.

Andai masyarakat sadar, New Normal, bukannya kembali normal seperti biasanya, tetapi masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan produktif, namun tetap aman dengan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Jika tidak berkepentingan, tetaplah di rumah saja.

Semoga masyarakat semakin sadar bahwa kehidupan sebenarnya belumlah normal seperti sedia kala.  

***

rumahmediagrup//windadamayantirengganis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.