Baba Laba-Laba yang Imut dan Mandiri

          “Lihat aku! Cekatan berkeliaran di tembok dan dimanapun. Aku punya perekat di kakiku sehingga aku tidak jatuh ketika berlarian di tembok.” Kata Cica Cicak menyombongkan diri.

            “Ah, itu tak seberapa hebat. Aku lebih hebat dari kamu, Cica. Karena aku bisa memakanmu, hahaha”, tawa Cicing Kucing terbahak-bahak puas sambil menunjukkan cakarnya pada Cica yang mulai ketakutan.

            “Duh, mengapa sih kamu suka sekali mengejarku? Bercandamu membuat aku ketakutan. Tapi aku tetap bisa lari ke atap agar kamu tidak bisa mengejarku”, balas Cica senang.

            “Ehm, apa hebatnya kalian? Lebih hebat aku dong. Sayapku membuat aku bisa terbang kemana-mana, berwarna-warni indah. Banyak yang menyukaiku.”, seru Upu Kupu-Kupu samba mengepak-kepakkan sayapnya.

            Cica dan Cicing terkesima melihat keindahan sayap Upu. Keduanya setuju bahwa Upu mempunyai sayap yang indah. Tapi, mereka berusaha tak mengakuinya.

            “Duh ya baru punya sayap seperti itu. Pokoknya akulah paling hebat!, seru Cicing sambil mengejar Upu yang kkemudian terbang menjauhi Cicing.

            “Teman-teman, tolong jangan saling merasa hebat. Kita semua sebaiknya yang rukun saja ya. tidak usah bertengkar menunjukkan kehebatan masing-masing.” Ujar Baba.

            “Eh Baba, jangan sok paling baik deh. Lihat dirimu! Tidak mempunyai kelebihan apapun. Badan kamu kecil, sarangmu pun rapuh. Duh kasihan sekali selalu harus membuat jaring-jaring lagi ketika  Bu Laksmi menyapu sarangmu. Kasihannya si Baba”, seru Cicing mengejek. Cica dan Upu juga mengangguk dan mulai ikut mengejek Baba.

            “Kasihan ya Baba, tidak ada yang mau berteman sama kamu. Kamu selalu sendirian di atas. Kalaupun sarangmu ada di kolong meja atau kursi, pasti akan ssegera dibersihkan oleh Bu Laksmi.”, timpal Cica.

            “Iya ya,, Bu Laksmi kan rajin. Sebelum kegiatan mengaji anak-anak, Bu Laksmi selalu menyapu lantai dan kolong-kolong serta atap dari sarang Baba. Baba memang membuat kotor ruangan” tambah Upu.

Babapun sedih sekali. Tak terasa air matanya menetes mendengar ejekan teman-temannya. Baba merasa apa yang dikatakan teman-temannya benar. Mengapa Tuhan menciptakannya? Kalau hanya untuk membuat kotor ruangan. Baba merasa tak punya kelebihan sama sekali. Baba mengamati Bu Laksmi yang sedang membersihkan sarang laba-laba lain yang sudah ditinggalkan.

            “Eh, Baba menangis tuh! Ih baru diedek begitu saja sudah menangis!” seru Cicing.

            Baba makin tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Teman-temannya makin giat mengejeknya.

            “Tahukah kalian tentang laba-laba?”, terdengar suara Bu Laksmi memulai cerita kepada anak-anak yang mengaji. Baba, Cicing dan Upu, Cica terlonjak kaget mendengar laba-laba disebut oleh Bu Laksmi.

            “Ah, paling cerita Bu Laksmi hanya akan menambah kekurangan Baba.”, tawa Cicing terbahak-bahak. “Ayo kita dengarkan.”, ajak Cicing pada teman-temannya.

            “Bu Laksmi, jadi laba-laba menolong Rasulullah saat dikejar Kaum Quraisy? Wah, hebat sekali ya laba-laba. Padahal hanya dengan sarangnya membuat Rasulullah selamat dari kejaran kaum Quraisy.”, ujar Citra.

            “Ya. Laba-labapun ada dalam Al Quran yaitu surat Al Ankabuut. Selain itu, laba-laba juga termasuk hewan yang mandiri karena bisa membuat sarangnya tanpa bantuan siapapun. Siapa yang mau seperti laba-laba yaitu suka menolong dan mandiri?” Tanya Bu Laksmi.

            Anak-anakpun serta merta mengangkat tangannya.

            Cicing, Cica dan Upa hanya melongo mendengarkan kisah Bu Laksmi. Mereka seketika menunduk malu karena merasa tidak mempunyai sifat tersebut.

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar pexels

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.