Kenangan Manis Sang Wartawan dan Mahasiswanya

Kenangan Manis Sang Wartawan dan Mahasiswanya

Hari itu, aku dan beberapa teman di kampus telah menyiapkan diri untuk memulai aksi demo kami di depan kampus. Sungguh disayangkan, hal yang tak seharusnya terjadi akhirnya harus juga terjadi. Aksi protes kami demi menyuarakan aspirasi sebagai mahasiswa.

Aku salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang menyuarakan aspirasi itu, dan aku salah satu orang di belakang layar yang mendukung aksi demo itu dilaksanakan.

Kebetulan, aku dan adikku satu kampus kala itu. Kami bergerak bersama dalam terlaksananya demo mahasiswa. Wartawan mulai datang satu per satu, meliput berita yang terjadi di pagi itu. Ban bekas mulai dibakar, demi menyemarakan suasana demo. Polisi pun ada yang berjaga-jaga di pinggir jalan.

Aku yang berdiri di garis depan bersama beberapa teman lainnya, mulai beraksi mengemukakan maksud dan tujuan kami datang ke kampus, beberapa dosen pun berdiri menghadap. Aku sedikit sungkan, tapi tetap harus maju berjuang.

Aksi demo itu akhirnya menemui jalan tengah. Masalah terselesaikan, dan kami pun pulang kembali ke rumah masing-masing dengan hasil yang memuaskan.

Salah satu wartawan dari koran harian umum Cirebon, menjadi bagian aksi demo kami. Penampilannya biasa saja, begitu sederhana. Namanya Khairul Anwar. Ia salah satu wartawan yang terkenal dengan dedikasinya yang tinggi.

Itulah awal pertemuanku dengan lelaki yang usianya 8 tahun lebih tua dariku. Pertemuan itu ternyata bukanlah akhir, justru itu adalah awal dari pertemanan kami. Ia mulai datang ke tempat kosku. Tentu saja bukan hanya sekadar bersilaturahmi, tapi ia mengajakku ke beberapa acara pemerintahan.

Meliput berita di balaikota, meliput aksi demo mahasiswa di kampus lain, mendatangi narasumber dan bertemu dengan banyak wartawan sewilayah Cirebon, sudah menjadi makananku sehari-hari. Ia memperkenalkanku ke dalam dunianya.

Kegiatan kuliahku sudah berakhir saat ia membawaku ke beberapa aktivitasnya. Hingga hubungan kami tak hanya sebatas teman. Terlebih lagi dukungan mamaku yang ngotot menjodohkanku dengannya, menjadi awal hubungan kami yang lebih serius.

Awalnya aku tak memiliki perasaan lebih terhadapnya. Ia sudah kuanggap seperti kakakku sendiri. Sifatnya yang dewasa, perhatian, sabar dan begitu memahami keadaanku, itulah yang membuatku merasa nyaman berada di dekatnya.

Perbedaan di antara kami ternyata tak membuat kami semakin jauh. Justru ia yang ngemong dan lebih pengertian. Pernah suatu ketika, ia lebih memilih mundur jika aku tak menginginkannya, tapi aku menyadari, jika ia telah menjadi bagian dalam hidupku.

Sosok seorang ayah yang selama ini tak pernah hadir dalam kehidupanku, seolah tergantikan dengan kehadirannya. Ia mampu membuatku merasa aman dan tenang berada di sisinya.

Namun, aku tak berniat menjalani hubungan yang lebih kala itu. Jika saja mama tak mendorongku kuat untuk mengambil keputusan, menerimanya sebagai pendamping hidupku.

Aku masih ragu saat itu. Terlebih lagi hubungan kami yang tak begitu berjalan mulus, harus menempuh jalan yang berliku. Kami dipisahkan perbedaan suku, adat dan budaya. Aku keturunan Manado-Sunda dan ia Lombok-Jawa.

Ayahnya menginginkan jodoh untuk putra satu-satunya itu, dari bangsa Lombok sendiri. Meyakinkan sang ayah menjadi salah satu ujian bagi hubungan kami.

Allah sudah menuliskan jodoh kita di Lauhul Mahfuz. Jadi apa pun yang terjadi dalam sebuah hubungan, jika Allah sudah berkehendak untuk mempersatukan, tak ada yang tak mungkin bagi-Nya.

Aku tak pernah menyangka akan berjodoh dengannya, dan memiliki kehidupan yang bahagia bersama anak-anak kami hingga sekarang.

Pertemuan antara mahasiswa dan wartawannya kala itu, menjadi awal hubungan kami hingga melangkah ke bahtera pernikahan dan menjalani biduk rumah tangga yang bahagia.

Foto : Koleksi pribadi saat di Sasak Village, Lombok

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.