Pantai Tanjung Aan (Lombok) dalam Kenangan

Pantai Tanjung Aan (Lombok) dalam Kenangan

Setahun lalu, pertengahan Juni 2019, kami sekeluarga mudik ke kampung halaman suami di Muhajirin, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Moment pulang kampung saat itu tidak bisa kami nikmati secara maksimal, karena suami harus menghadiri beberapa acara reuni dengan teman-temannya, dari mulai reuni SD, SMP sampai Madrasah Aliyah (MA).

Kurang lebih seminggu lamanya, kami hampir tak kemana-mana, tepatnya saya dan anak-anak. Karena suami nyaris setiap hari berkeliling dengan beberapa teman sekolahnya dulu.

Di Minggu kedua, tepatnya tanggal 16 Juni 2019, kami sekeluarga pun memutuskan untuk berwisata. Tentu saja tak lengkap rasanya bila ke Lombok tak mengunjungi pantainya yang indah dan menawan.

Tempat wisata pertama yang kami tuju adalah Sasak Village SADE Rembitan, Lombok Tengah. Sebuah kawasan yang menyajikan rumah adat suku Sasak.

Tak lama berkeliling di sana, kami pun menuju kawasan wisata yang kedua, pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Saat pertama turun dari mobil, kami disuguhkan dengan pemandangan pantai yang biru dan hamparan pasir putih yang bersih. Banyak pula wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke sana kala itu.

Karena banyaknya wisatawan, kami pun merasa tak nyaman. Hingga akhirnya, setelah melakukan beberapa foto, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata yang ketiga.

Pantan Tanjung Aan, Lombok Tengah. Pantai yang jaraknya tak jauh dari pantai Senggigi ini menjadi rekomendasi dari saudara suamiku, karena pantai ini terkenal dengan keindahannya dan belum begitu ramai dikunjungi banyak orang.

Sesampainya d pantai Tanjung Aan, kami pun dibuat takjub dengan keindahan pantai yang eksotis dan menawan. Sungguh sangat menakjubkan karya Allah yang luar biasa. Aku sempat terpana beberapa saat dengan pemandangan yang disuguhkan. Pantai ini lebih indah dari pantai Senggigi dan pantai Malimbo yang pernah kukunjungi di tahun sebelumnya dan lebih menawan dari pantai Kuta Mandalika.

Pantai Tanjung Aan memiliki keindahan yang menawan. Air laut jernih yang terlihat berwarna biru tua dan terkadang hijau tosca ini akan membuat decak kagum bagi siapa pun yang melihat secara langsung.

Pantai Tanjung Aan ini masih berada dalam kawasan Mandalika, Lombok Tengah. Daerah ini belum lama disahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo pada hari Jumat, 20 Oktober 2017.

Saat mengunjungi pantai Tanjung Aan, masih belum ramai oleh pengunjung, sehingga kami leluasa berfoto dan menikmati keindahan pantai. Hanya beberapa wisatawan lokal dan asing yang lalu lalang di pantai saat itu. Ombaknya yang begitu tenang dan angin yang sepoi-sepoi, semakin menambah nyaman suasana.

Ada hal unik dan menarik dari pantai Tanjung Aan ini. Pasir putihnya tak sehalus pasir di kebanyakan pantai pada umumnya. Rupa yang mirip seperti biji merica membuat warga lokal menyebutnya dengan pantai Merica.

Pantai Tanjung Aan memiliki cerita legenda yang menjadi kearifan lokal. Dipercaya merupakan tempat asal dari Putri Mandalika, seorang putri yang terkenal cantik jelita asal Tanjung Biru, yang memilih menjadi Nyale (cacing laut) untuk menyelamatkan kerajaannya.

Di bulan Februari warga lokal selalu mengadakan event spesial yakni Festival Bau Nyale. Tradisi ini berkaitan dengan mitos penduduk setempat mengenai Putri Mandalika, dimana putri tersebut terjun dari bukit dan mengorbankan dirinya untuk menghindari pangeran-pangeran yang berebut ingin mempersuntingnya.

Konon katanya, sang putri yang terjun dari bukit ini tak ditemukan jasadnya. Warga setempat percaya, jika putri Mandalika telah bereinkarnasi menjadi Nyale (cacing laut).

Aku sendiri tak mempercayai adanya reinkarnasi, tapi sebagai warga negara Indonesia yang baik, yang tanah air ini dikenal dengan banyak legenda, aku menghormati mitos tersebut. Satu hal yang pasti, aku sangat menyukai keindahan pantai Tanjung Aan ini, bagaimana pun kisah di balik mengagumkannya patai ini.

Kami menikmati waktu cukup lama di pantai Tanjung Aan. Setelah menyantap makanan yang sengaja dibawa dari rumah, kami masih berfoto-foto di beberapa spot yang menarik, khususnya di ayunan selfie Tanjung Aan. Karena dari ayunan ini, bisa tampak dengan jelas keindahan pantai.

Mengapa aku menuliskan tentang pantai Tanjung Aan, padahal ada beberapa lokasi wisata yang sudah aku kunjungi dalam satu waktu? Karena pantai ini memberikan kesan tersendiri bagiku. Keindahannya gitu menakjubkan. Selain itu, karena suasana sepi saat kami berkunjung, membuat kami leluasa berfoto dan menikmati keindahan pantainya.

Tak sabar rasanya untuk kembali pulang ke Lombok dan menikmati destinasi wisata lainnya yang indah dan berkesan. Karena masih banyak pantai dan lokasi waisata lainnya yang belum aku kunjungi selama tinggal ke Lombok.

Pantai Tanjung Aan, adalah kenangan indah yang takkan pernah terlupakan. Karena aku begitu menyukai pantai, destinasi wisata berikutnya yang sudah kumasukkan dalam daftar keranjang wisataku tentunya adalah pantai. Pantai apa itu? Tunggu ceritaku nanti ya!

Foto : Koleksi pribadi saat berkunjung ke pantai Tanjung Aan.

Sumber Referensi :

https://www.gotravelaindonesia.com/pantai-tanjung-aan/

rumahmediagrup/bungamonintja

4 comments

        1. Iya, itu namanya bukit merese, tapi sayang pas ke sana ngga sempat mengunjungi bukitnya, karena masih harus jalan kaki untuk menuju bukit itu.

          Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.