mengedit kenangan, berani?

 Setiap orang mempunyai masa lalu. Ada yang baik dan ada yang buruk. Dalam perjalanannya, terkadang masa lalu yang buruk ini terus membayangi langkah kita. Sehingga membuat kita selalu terhambat untuk maju. Demi kemajuan kita sendiri, maka perlu sekali untuk mulai mendeteksi dini apa saja yang membuat kenangan masa lalu kita begitu kelam. Sudah siap mengedit kenanganmu, Sobat? Berikut penanganan pertama terhadap kenangan masa lalu yang kelam, antara lain       

  • Yuk, ceritakan kepada orang terdekat

Masa lalu kita bisa jadi merupakan kumpulan dosa yang membuat kita merasa hina dihadapanNya atau bisa juga berupa kejadian traumatis. Langkah awalnya yaitu ceritakan kepada orang terdekat.  Bercerita kepada seseorang, akan membuat kita lega dan plong serta tidak merasa sendiri. Beban kita akan sedikit berkurang.

  • Mari tuliskan hal-hal yang menjadi beban kita.

Dengan dituliskannya masa lalu, kita akan melihat secara utuh apa yang telah terjadi, sehingga memudahkan kita untuk mulai mengedit mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang harus diperbaiki langkah-langkah kita selanjutnya.  

  • Alihkan perhatian pada banyak kegiatan yang menarik
  • Berdama dengan ketakutan yang dirasakan

Menghilangkan trauma memang tidak mudah, namun tidak mustahil. Jika tidak dapat melakukannya sendiri, jangan segan untuk meminta bantuan orang terdekat atau bantuan ahli, seperti psikiater atau psikolog.

            Allah Ta’ala juga berfirman: “Sesungguhnya Rabb-mu maha luas pengampunan-Nya” (QS an-Najm: 32).

Subhanallah. Lagi dan lagi Allah Ta’ala telah menunjukkan kepada kita betapa pemurah dan sayang kepada setiap hambanya. Setiap hamba yang ingin menghambakan, memperbaiki diri dan istiqomah di jalan yang telah Alloh Ta’ala tunjukkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Taubat (yang benar) akan menghapuskan (semua dosa yang dilakukan) di masa lalu”. Dalam hadits lain yang semakna, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Orang yang telah bertaubat dari dosa-dosanya (dengan sungguh-sungguh) adalah seperti orang yang tidak punya dosa“. (HR Ibnu Majah no. 4250, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

Janganlah bersedih dan terpuruk atas banyaknya dosa-dosa kita di masa lalu, ketika kita tidak bisa mengubah masa lalu yang kelam tapi kita masih bisa untuk mengupayakan dan merubah masa depan menjadi lebih baik dan penuh rahmat. Allahu a’lam.



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/6943-yang-berlalu-biarlah-berlalu.html

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar pexels

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.