Perjalanan Bersama Sahabat


Perjalanan Bersama Sahabat

Awal perjalanan dimulai dari aku masih mengajar di Taman Pendidikan Al-quran atau biasa disebut TPQ.

Enam bulan berjalan aku mengajar TPQ di sore hari dan pagi hari aku mengajar di Taman Kanak-kanak (TK) tapi berbeda lembaga.

Salah satu pemilik yayasan lembaga TPQ menanyakan perihal kuliah untuk S1, lalu kami merencanakan mencari tempat kuliah. Sejatinya seorang guru harus memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari yang kami miliki.

Saat aku memulai mengajar di yayasan tersebut hanya memiliki pendidikan akhir SLTA, sangat jauh ilmu yang harus kami penuhi.
Apalagi Eriska sebagai pemilik yayasan dan harus mengajar juga.

Akhirnya aku dan Eriska mengikuti kuliah sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Pulang pergi kami bersama, karena kami ada tanggung jawab mengajar, aku dan Eriska ambil jam kuliah hari jum’at dan Sabtu sore hari.

Selama dua tahun kami kuliah bersama, saat mendekati sidang akhir, kamipun merencanakan untuk mencari sekolah tempat mengajar baru, alasan kami karena sudah mamiliki ilmu dan hampir mendapatkan ijazah S1 PGSD.

Setiap selesai mengajar kami berkeliling mencari SD yang membutuhkan guru baru. Akhirnya aku memutuskan untuk melamar di sebuah SDIT, kenapa?
Alasannya aku melihat di SDIT terlihat pendidikan agama lebih terlihat realnya, dibandingkan dengan sekolah-sekolah negri.

Akhirnya kami memutuskan untuk melamar di Sekolah tersebut.
Kami melalui  beberapa tes kemampuan untuk bisa di terima

Setiap melalui tes kami menunggu hasilnya dengan rasa berdebar seakan setiap suara sms yang masuk pemberitahuan untuk melanjutkan ke tes berikutnya dan diakhiri dengan wawancara dan kesepakatan kerja.

Akhirnya kami berdua diterima di sekolah tersebut, karena kami  termasuk karyawan baru, aku dan Eriska belum dipercaya menjadi wali kelas, karena kami masih perlu mengikuti pelatihan walas.
Satu tahun aku ditempatkan mengajar di kelas satu untuk beberapa bidang studi.

Kami saling sharing ketika mendapatkan kesulitan atau masalah. Kami pecahkan masalah dan mencari solusi bersama. Kini kami menempati tanggung jawab  yang berbeda. Aku diberi amanah wali kelas kelas 4 dan Eriska wakil kepala sekolah.

Selama aku mengajar mendapatkan kepuasan tersendiri. Hari demi hari, minggu, bulan dan tahun kami jalani bersama Eriska, suka dan duka kami selalu berbagi. Sampai saat ini hampir sepuluh tahun kami jalani. Selalu menjadi kenangan ketika kami diutus untuk pelatihan, belajar, dan ditempa dengan kedisiplinan serta kepemimpinan. Kini kami sudah seperti berada dalam keluarga besar di lembaga itu. Entah karena aku malas mencari tempat yang lain atau memang sudah terpatri di sini.
Yang pasti aku merasa berada di jona nyaman. Aku merasa berada di kapal besar ini untuk terus ikut mengarungi samudra sampai pada tujuan akhir.

Semoga Allah terus kumpulkan kami dalam jannahNya.
***
Bekasi, 03 Juli 2020

Sumber gambar : Canva
Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.