Barakallah Fii Umrik, Mama

Barakallah Fii Umrik, Mama

Tiga puluh empat tahun kau membersamaiku dalam suka dan duka. Bahkan berkat dirimu, aku menemukan lelaki yang kini menjadi jodohku.

Mungkin, dulu aku termasuk anak yang penurut. Berusaha menjadi anak yang baik dan membanggakan, berusaha menjadi kakak yang bisa menjaga ketiga adiknya. Aku berharap, saat ini pun masih sama seperti dulu.

Mama, kau berjuang seorang diri membesarkanku dan ketiga adik dengan peluh, doa dan air mata. Aku tak pernah lupa itu. Aku selalu ingat pengorbanan itu.

Selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keempat anak adalah hal tersulit yang pernah kau lakukan, tapi kau berhasil mewujudkan itu. Kau mengantarkan kami menuju gerbang kebahagiaan.

Mungkin hal yang sederhana bagi sebagian orang, tapi bagi kami itu sangat istimewa. Begitu membekas dalam ingatan hari-hari yang kita lalui. Banyak ujian yang kita jalani, tapi kau selalu menguatkan kami untuk tetap bertahan, jangan berpaling.

Kau begitu tangguh dalam kejamnya dunia, kau percaya Allah selalu bersama kita. Dan aku pun kini percaya itu.

Mama, mungkin aku belum bisa memberi apa yang kau inginkan. Mungkin aku belum bisa memberikan harta dunia dalam hidupmu kini, aku belum sanggup, tapi akan kulakukan semampu yang aku bisa.

Hanya satu hal yang pasti, aku selalu melangitkan doa dalam setiap sujudku, agar Allah selalu melimpahkanmu karunia, kesehatan, keberkahan dan penjagaan setiap waktu.

Aku selalu ingin kau di sisiku dalam setiap kenangan yang mengalun dalam hidupku. Mengukir senyum bahagia dalam saksi perjalananku. Aku sungguh menginginkan itu.

Mama, dalam lubuk hati terdalamku, betapa aku menyayangimu dalam diam, dalam doa dan harapan. Berharap kau selalu baik-baik saja. Berharap kau selalu bahagia.

5 Juli adalah hari di mana kau terlahir ke dunia. Lima puluh sembilan tahun kau menghirup napas yang diberikan Sang Maha Kasih. Kau penuhi kewajiban menjaga dan mendidik kami, keempat anakmu.

Terima kasih untuk semua cinta, pengorbanan, doa dan air mata yang tertumpah untukku dan ketiga adik. Hanya Allah yang mampu membalas semua itu, dan doa terbaikku ada di dalamnya.

Tak ada hadiah istimewa yang bisa kupersembahkan untkmu di hari ini. Hanya doa dan doa yang senantiasa terlantun untuk kebaikan dunia akhiratmu.

Maafkan aku yang belum bisa memberi apa yang kau mau, belum bisa melegakan hatimu, belum bisa membahagiakanmu.

Jangan pernah lelah untuk selalu mendoakanku, Mama, karena dalam setiap lantunan doamu, ada berkah yang kudapat, aku selalu mengharapkan itu di sepanjang usiaku.

Jangan pernah berhenti untuk selalu menasihatiku, Mama, karena dalam setiap ucapmu ada hal yang kupelajari, aku bersyukur untuk itu.

Adanya dirimu, tempatku kembali dari segala penat dan lelah. Semoga kau selalu sehat agar aku selalu bisa mencurahkan segala lara dan tawaku.

Berbahagialah selalu, Mama, karena dengan segenap rasa bahagiamu itu, aku pun bisa bahagia.

Barakallah Fii Umrik, Mama ….
Doaku selalu mengiringi harimu, aku menyayangimu ….

Foto : koleksi pribadi (Mama)

rumahmediagrup/bungamonintja

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.