Klaim Asuransiku, Duh!

Klaim Asuransiku, Duh!

Hallo, Pembaca!

Semula, aku tidak berani menulis tentang keluh kesahku ini. Akan tetapi, kemudian aku berpikir, siapa tahu pembaca tulisan ini ada yang bisa memberi solusi.

Begini, sejak 1 Februari 2002, aku tercatat sebagai pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama BP 1912. Aku sendiri lupa bagaimana awal ceritanya sehingga menjadi pemegang polis tersebut. Mungkin aku salah satu dari sekian banyak yang tergiur oleh kata-kata manis sang agen asuransi. Yang jelas, aku mengikuti itu dengan niat  ingin menyiapkan biaya untuk anakku saat masuk perguruan tinggi. Saat itu, dia baru berusia setahun. Makanya, aku mengambil macam asuransi beasiswa berencana selama 17 tahun.

Uang pertanggungannya sebesar lima belas juta akan dibayarkan tanggal 1 Februari 2019. Saat itu, anakku mau masuk perguruan tinggi. Selama tujuh belas tahun itu, setiap tanggal 1 Februari, aku rutin membayar  satu juta seratus lima puluh lima ribu rupiah.

Hingga tahun 2006,  pembayaran dana kelangsungan belajar dibayarkan tepat waktu. Dalam kurun waktu itu (2002 s.d. 20016) aku menerima dana kelangsungan belajar sebanyak tiga kali, yaitu: pada 1 Februari 2007 (satu juta lima ratus ribu), 1 Februari 2013 (tiga juta rupiah), dan pada 1 Februari 2016 (empat juta lima ratus ribu rupiah). Dana kelangsungan belajar yang keempat seharusnya dibayarkan pada 1 Februari 2019  sebesar enam juta rupiah. Namun, hingga kini, dana kelangsungan belajar tersebut tak juga kunjung dibayar. Bukan hanya itu, uang pertanggungan sebesar lima belas juta  yang seharusnya dibayarkan pada waktu yang sama (1 Februari 2019) tak jua kunjung dibayar.

Sampai sekarang, tidak ada kejelasan, kapan uang tersebut akan dibayarkan. Padahal, sudah lebih dari setahun aku menunggunya. Anakku harus membayar UKT-nya yang ketiga. Tapi, tidak juga ada kabar, kapan uang kami itu dibayarkan.

Ketika bertanya pada petugas yang berjaga di kantor asuransi tersebut, aku harus menelan kecewa. Dari petugas tersebut, sama sekali tidak ada informasi kapan uangku itu akan dibayarkan. Kontrakku dengan AJB telah habis. Klaimku telah disetujui. Tapi …, kapankah uangnya bisa aku terima?

Dari obrolan beberapa orang yang juga menunggu pencairan dana asuransinya, aku mendengar kabar bahwa Asuransi Jiwa Bersama yang kuikuti itu, mengalami nasib yang sama dengan Asuransi Jiwasraya. Krisis itu terjadi setelah penggantian para petinggi Badan tersebut. Uang nasabah digasak oleh petinggi badan asuransi tersebut yang baru beberapa saat dilantik. Aku sendiri tidak tahu pasti tentang kebenaran kabar itu.

Lalu, bagaimana nasib uang-uang kami para anggota asuransi itu? Apakah dianggap hilang saja? Aku kira seharusnya pihak AJB BP 1912 bertanggung jawab untuk itu. Alangkah tidak adilnya pihak mereka tehadap kami. Saat mereka butuh keikutsertaan kami, bujuk rayu mereka jadikan senjata pemikat hati. Akan tetapi, setelah kami memenuhi kewajiban kami dengan membayar tepat waktu, hak kami untuk mendapatkan uang yang tertera dalam polis itu justru mereka abaikan. Bahkan, agen yang biasanya datang menagih pun, tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Semoga dengan diunggahnya tulisan ini, aku bisa mendapatkan pencerahan dari para pembacanya.***

#WCR_bebas segar_curhatsinur

rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.