Penyakit Mendera Yang Dicinta

Penyakit Mendera Yang Dicinta

 

            Banyak kisah yang mengandung pembelajaran bahwa karena kemaksiatan yang dilakukan oleh satu orang dalam keluarga, hal itu berdampak pada anggota keluarga yang lainnya.  

            Seorang istri didera penyakit yang tidak jelas hasil diagnosanya, sehingga sukar untuk dilakukan upaya penyembuhan. Tentu saja si suami merasakan kesedihan yang mendalam. Sudah berusaha sekuat daya, namun belum juga menemukan titik cerah.

            Bapak rumah tangga ini pun merenung atas segala yang terjadi, sekonyong-konyong teringatlah ia akan sebuah kesalahan yang pernah dilakukannya di masa silam. Kesalahan kepada orang yang pernah melahirkannya, sang ibunda. Kesalahan kepada ibundanya yang membuat sang bunda susah hatinya. Ia mengambil uang milik ibunya secara sembunyi-sembunyi.

            Tanpa pikir panjang, bapak ini bergegas menemui ibu dengan tujuan untuk meminta maaf dan meminta dihalalkan. Segala misteri hilangnya uang puluhan silam itu pun dikuak di hadapan sang bunda. Tentu saja sang bunda ada rasa keterkejutan. Akan tetapi, hati bunda yang bagai kapas putih tetap selamanya putih untuk anak-anaknya. Bunda ini dengan setulus hati memaafkan kesalahan anaknya. Legalah hati si anak, tak lupa ia menceritakan kondisi istrinya yang tengah sakit dan meminta bunda untuk mendoakan kesembuhannya. Ia berharap semoga ini menjadi jalan bagi kesembuhan istrinya. Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan orang tua.

            Keajaiban pun terjadi, perlahan-lahan tapi pasti kondisi sang istri mulai membaik, kesehatannya berangsur pulih seperti sedia kala. Betapa bahagianya hati sang suami. Semakin insyaflah ia, betapa celaka dan sengsaranya menzhalimi orang tua. Tidak hanya orang tua, siapa pun, karena kesalahan itu dapat menyengsarakan orang-orang yang kita cintai sebagai balasannya.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: pro.pengusahamuslim.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.