Jiwa yang Memaafkan

Jiwa yang Memaafkan

Dersik berembus menyisakan sengau dalam lintasan waktu
Dedaunan yang jatuh luruh diempaskan tak berdaya
Meninggalkan jejak tak bertuan mencipta sendu
Bumi pun terharu seperti jelaga yang mendera

Bertahun-tahun silam dalam buaian
Meraki setiap hela napas menjadi untaian kisah
Dalam riang gembira
Menguar tawa
Mencipta jejak bahagia

Dahulu, ketika lelaki penguat jiwa tanpa permisi pergi
Hanya sosok sang dewi merangkul dengan penuh kasih
Memikul beban yang kian menghimpit tanpa nyana
Menjalani takdir walau tertatih menyayat luka

Wajah polos tak berdosa menjadi saksi perjalanan panjang tak bertepi
Sejenak termenung meratapi diri saat memahami
Betapa tak ada lagi jalan untuk kembali mengulang kenangan
Hanya berbekal sisa kekuatan menempuh sebagian lagi yang masih panjang membentang

Ruang kosong menyesakkan dalam jiwa nan sepi
Terhimpit ego sepanjang jalan menapaki
Jejak yang tertinggal di belakang
Mengungkung nestapa tak berkesudahan

Mengurai setiap rasa sesak seiring waktu
Meski jalan setapak itu penuh duri berliku
Terlewati bersama doa penuh harap pada Sang Pemilik Hati
Memaafkan adalah keputusan hakiki

Kisah lalu bukanlah satu-satunya penyesalan
Justru pelajaran untuk suatu kehati-hatian, kesabaran dan kebersyukuran

Bahwa tak selamanya hujan meyisakan resah
Adakalanya rintik itu menciptakan pelangi indah
Karena sejatinya hidup adalah anugerah
Hanya Allah saja satu-satunya tempat kita berpasrah

Cirebon, 2 Desember 2019

rumahmediagrup/bungamonintja

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.