Menikmati Tanggung Jawab

Menikmati Tanggung Jawab

Sebagai seorang istri sekaligus ibu dari tiga orang anak, sudah semestinya aku menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Memutuskan untuk berumah tangga di usia yang masih terbilang muda, 21 tahun kala itu, merupakan keputusan yang tidak mudah.

Sebagai perempuan pada umumnya, pasti sangat menginginkan dirinya bisa sukses dalam segala hal, baik itu dalam rumah tangga mau pun dalam berkarir. Dengan keputusan untuk menjalani rumah tangga di usia 21 tahun, membuatku berpikir untuk mengabdikan diri pada keluarga kecilku.

Lalu bagaimana dengan cita-citaku?

Aku memang memiliki impian menjadi seorang guru sejak kecil, tapi sepertinya impian itu harus kandas di tengah jalan saat aku memutuskan untuk menikah dan mengabdikan diri seutuhnya untuk keluarga.

Selain menjadi guru, impian terbesar lainnya adalah menjadi penulis. Dan saat ini, aku tengah mewujudkan itu.

Allah menghadirkan janin dalam rahimku, sebulan setelah aku resmi menjadi seorang istri. Sungguh sebuah karunia yang tak terkira bagiku dan suami kala itu. Aku sudah menjadi perempuan yang sempurna, menjadi istri sekaligus ibu.

Ternyata bentuk tanggung jawab seorang istri sekaligus ibu itu tidaklah mudah. Aku harus banyak belajar menjadi peran keduanya dalam satu waktu. Semua itu berproses. Seiring waktu aku bisa menjalani kewajibanku dengan baik.

Sejak awal, suami menginginkanku menjadi ibu rumah tangga di rumah. Mengabdikan diri seutuhnya untuk suami dan anak-anak, tanpa harus bekerja. Sudah semestinya sebagai istri aku mengikuti keinginan suami. Aku pun mulai menjalani peranku sebaik mungkin, semampu yang aku bisa. Tentunya sembari belajar dari buku, internet dan juga dari pengalaman mama.

Seiring waktu, ternyata aku bisa belajar dari banyak hal dan juga lingkungan sekitar tentang arti hidup berumah tangga, bentuk tanggung jawab sebagai istri dan juga ibu, sekaligus menjadi seorang perempuan itu sendiri.

Karena pada dasarnya istri dan ibu adalah seorang perempuan yang memiliki jiwanya sendiri. Butuh kehidupan lain di luar tanggung jawabnya sebagai ibuntumah tangga. Hal itu bukan semata melawan kodrat, akan tetapi sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri.

Hakikat seorang perempuan adalah untuk mengabdikan diri pada keluarganya saat ia sudah memutuskan untuk berumah tangga. Namun tak juga terlepas dari perannya sebagai seorang perempuan yang terkadang menginginkan jadi dirinya sendiri.

Seperti halnya perempuan lain, aku pun membutuhkan diriku untuk menjadi perempuan di luar istri dan ibu, tanpa harus melupakan atau meninggalkan tanggung jawabku di rumah. Seperti kegiatan yang kulakukan sejak anak-anak memasuki masa sekolah taman kanak-kanak.

Sejak masa sekolah dulu, aku terbilang aktif melakukan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari mulai Pramuka, Paskibra, OSIS hingga basket. Aku senang menjalani semua kegiatan itu. Aku bisa jadi diri sendiri kala melakukan itu.

Tentu saja, aku tak lupa tanggung jawabku sebagai serang siswa. Belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. Prestasi di sekolah pun terbilang cukup memuaskan. Aku bisa mengimbangi kegiatan belajar dan juga ekstrakurikuler.

Sama halnya dengan masa sekolah dulu, masa kini pun aku memerankan tugas dan tanggung jawab sebagai istri, ibu sekaligus sebagai diri pribadiku sendiri.

Seperti apa kegiatanku di luar istri dan ibu? Pastinya tak jauh dari kegiatan ibu-ibu pada umumnya. Saat anak pertamaku mulai masuk taman kanak-kanak, aku diikutsertakan menjadi pengurus komite di sekolah.

Hingga di Sekolah Dasar Ilmu Terpadu (SDIT) anak-anak pun, aku masih tergabung dalam kepengurusan komite sekolah.

Di luar sekolah, aku pun mengikuti kegiatan sosial dengan mamah-mamah SDIT dan beberapa mamah dari luar sekolah. Kami membentuk sebuah komunitas bernama Keluarga Jumat Berkah (KJB) Cirebon.

Dalam komunitas KJB ini kami melakukan kegiatan bagi-bagi nasi gratis di setiap hari Jumat, menyantuni anak yatim dan panti jompo, donasi pada penderita penyakit akut dan kegiatan sosial lainnya.

Selain kegiatan bersama KJB, aku pun melakukan kegiatan pengajian rutin di lingkungan RT dan komunitas sekolah. Terkadang diselingi senam dan arisan.

Semua kegiatan itu tak terlepas dari izin dan restu dari sang suami tercinta. Ia memberikan kebebasan padaku untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Tentu saja tanpa melupakan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

Keuntungan menjadi ibu rumah tangga itu bisa melakukan banyak hal. Seperti kegiatan sekolah, sosial, keagamaan, hiburan dan juga menulis.

Ya, kegemaranku sejak kecil adalah menulis. Di sela-sela waktu melakukan kegiatan rumah dan luar rumah, aku selalu menyempatkan waktu untuk bisa menulis. Terutama menulis cerita fiksi, karena aku lebih mahir di bidang ini. Walau pun saat ini aku mulai mencoba menambah karya dengan menulis non fiksi.

Tanggung jawab sebagai penulis pun mulai berkembang seiring keseriusanku di bidang ini. Meski ini hanya sebagai hobi di tengah tanggung jawabku sebagai ibu rumah tangga, tapi aku mulai menekuni bidang ini dengan sungguh-sungguh.

Dengan menulis, sensasi yang timbul dari dalam diri itu terasa berbeda. Aku semakin bersemangat dalam menjalani hari-hariku. Salah satu hiburanku ya dengan menulis ini. Aku bisa mengekspresikan jiwa dalam setiap tulisan-tulisanku.

Menghasilkan sebuah karya dan bisa diapresiasi oleh pembaca merupakan sebuah mood booster bagiku. Ada kebahagiaan tersendiri saat orang membaca dan menyukai karya yang kita tulis.

Salah satu tanggung jawabku dalam bidang kepenulisan ini adalah menulis sebaik mungkin, menghasilkan karya sebagus mungkin, agar karya kita bisa disukai dan menjadi inspirasi pembaca.

Tanggung jawabku tidak hanya sebagai ibu rumah tangga dan diri sendiri, aka tetapi juga sebagai seorang kakak dari ketiga adikku. Tak bisa terlepas begitu saja meski kaimsuda hidup berumah tangga masing-masing. Masalah yang terkadang muncul, tetap harus diselesaikan secara musyawarah dalam keluarga kami

Peran mama dalam hal ini masih sangat besar. Selain ia memiliki banyak pegalaman hidup, ia juga merupakan inspirasi bagi kami untuk tetap bisa melangkah, berjuang dan bangkit dari setiap keterpurukan dan penderitaan.

Jadi, peranku dalam hal ini mencakup tanggung jawab terhadap rumah tangga, mama, adik-adik dan diriku sendiri. Walau seorang ibu merupakan tanggung jawab anak laki-laki, tapi bagi kami mama tetaplah tanggung jawab keempat anaknya.

Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban yang harus kita jalani dengan sungguh-sungguh. Karena sebagai manusia, kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Sang Maha Pemilik Hidup di akhirat nanti.

Sebagai seorang istri, ibu, anak, kakak dan pribadi sendiri, sejauh ini aku berusaha melakukan tanggung jawabku sebaik mungkin. Mencoba introspeksi untuk memperbaiki kekeliruan adalah usaha dari tanggung jawab itu sendiri.

Semua itu harus bisa seiring dan sejalan agar bisa terjalin hubungan yang kondusif. Terciptanya suatu keharmonisan.

Aku menikmati tanggung jawab yang telah Allah takdirkan dalam hidupku. Menjalankannya dengan penuh keikhlasan. Semata hanya mengharap rida-Nya.

Karena pada hakikatnya, kita sebagai seorang muslim adalah bertanggung jawab terhadap diri dan keluarganya. Sejauh mana ia melakukan kewajiban, sejauh itu pula akan dapat dinilai pertanggungjawabannya oleh Yang Maha Kuasa di Yaumul Akhir nanti.

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. An-Nahl : 93).

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.