Belajar bertanggung jawab

::Belajar Bertanggung Jawab::

Dalam hadits yang masyhur Nabi SAW menyampaikan bahwa, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Muslim)

Potongan hadits di atas menyiratkan dengan jelas, bahwa setiap kita adalah pemimpin. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, istri adalah pemimpin dalam rumahnya dalam hal menjaga amanah suami dan anak-anak. Anak-anak pun harus dilatih menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Lantas bagaimana mengajarkan tanggung jawab kepada anak?

Sungguh tahun ini sangat istimewa bagi kami dan semua orang mungkin. Adanya wabah yang mendunia membuat semua tatanan kehidupan ikut berubah.

Hal yang sangat dekat dengan tugas seorang ibu adalah masalah kependidikan anak-anak. Masa tahun pembelajaran baru ini akan sangat istimewa bagi ibu, terlebih bagi saya.

Karena tahun ini kesemua anak mulai masuk sekolah. Yang terkecil masuk TK, disusul yang ketiga masuk tingkat dasar, lanjut kedua naik ke kelas 3, dan sulung masuk lanjutan tingkat pertama. Dan akan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh.

Terbayang jika itu semua harus ditangani oleh ibu seorang. Kami pun membuat kesepakatan bersama, bahwa masing-masing anak akan mulai belajar bertanggung jawab dengan tugas hariannya di rumah seperti biasa, ditambah tugas dari sekolah. Si sulung bisa membantu persiapan PJJ, seperti menyiapkan meja belajar, dan adik-adiknya belajar bertanggung jawab dengan mempersiapkan diri memakai seragam dan alat belajar sebelum pembelajaran dimulai.

Lalu apa tugas ibu?
Ibu tetap bertanggung jawab untuk semua prosesnya. Memonitor jalannya proses belajar. Karena dilakukan via daring, maka setiap anak akan terkoneksi dengan jaringan internet dengan media layar. Tak ada yang instan dalam belajar. Maka belajar bertanggung jawab pun juga melalui proses.

Sebagai ibu yang merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya, sudah selayaknya memberikan contoh dalam setiap hal. Dari mulai perilaku, tutur kata, dan semua gerak-gerik orangtua khususnya ibu akan menjadi figur bagi anak. Sebelum anak mengenal sesuatu dari luar rumahnya, selayaknya anak mendapatkan pengenalan awal tentang sesuatu dari orangtuanya.

Belajar bertanggung jawab demikian pentingnya bagi setiap anak. Dimulai dari hal kecil saat bangun pagi, merapikan tempat tidur, menaruh baju kotor di keranjang cucian, membawa piring setelah makan ke wastafel cuci piring, merapikan mainan, menyusun rapi buku-buku sekolah, hingga meletakkan sepatu pada tempatnya.

Sungguh hal itu tak akan bisa dilakukan anak, jika sedari kecil tak terbiasa dilatih. Bukankah ala bisa karena biasa?

Dan tanggung jawab anak akan semakin besar saat usianya semakin bertambah. Jika tidak dimulai sedini mungkin, maka sesal kemudian tiada guna.

Tak ingin menyesal sebagai orangtua? maka mulailah dari sekarang mengajarkan tanggung jawab kepada anak.

Selamat mengajar di tahun pelajaran baru ini untuk para orangtua khususnya ibu hebat di manapun berada. Selamat bertanggung jawab terhadap prestasi anak-anak, dan mengajarkan tanggung jawab kepada anak.

Wallahu a’lam.

rumahmediagroup//afafaulia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.