Penelitian Pendekatan Dramaturgi

Photo by Josh Hild on Pexels.com

Penelitian Pendekatan Dramaturgi

Tulisan ini adalah hasil rangkuman saat saya mengikuti pelatihan penelitian dengan pndekatan dramaturgi, yang diadakan oleh yayasan peneleh, tanggal 5 juli 2020 yang lalu. inshaAllah, semua pemikiran dari tulisan ini bersumber pada pemikiran ahli penelitian kualitatif, yakni Ibu Dr. Ari Kamayanti. Simak ya!

Awalnya pendekatan dramaturgi itu termasuk kualitatif interpretative, tetapi dalam perjalanannya, dramaturgi ini melangkah sebagai postmodern. Pendekatan ini lahir dari pemikiran sosiolog, seorang yang belajar sosiologi, dan bekerja di rumah sakit jiwa. Jadi dramaturgi ini sebagai pemikiran Erving Goffman, yang membahas terkait perilaku manusia pada manusia lain.

Dramaturgi adalah sebuah metodologi. Metodologi adalah tentang ilmu tentang metode. Mengapa itu yang dipilih? maka, mengapanya inilah yang digunakan untuk memilih. Berarti dramaturgi adalah sebagai metodologi, karena digunakan untuk melihat sebuah realitas, sehingga fenomena tersebut bisa dijelaskan. Adanya asumsi tertentu, apakah penentuan metodologi yang digunakan.

Dramaturgi digunakan untuk melihat realitas, sebagai sebuah drama, adanya asumsi tertentu. Semua realitas dilihat sebagai metaformofosis tertentu. Realitas itu dilihat sebagai drama. Peneliti melihat dan menelaah bagaimana interaksi sosial itu sebagai hasil dari bermainnya peran. Bermain karakter. Tujuannya adalah menyelidiki apa yang terjadi, peran apa saja dan bagaimana peran tersebut dalam interaksi antar aktor yang terlibat dalam realitas.

Seorang dramaturgis itu melihat realitas dengan tidak stabil, seorang yang labil. Adanya asumsi bahwa ada identitas yang tidak stabil. Mereka yang merespon atas apa-apa yang disuguhkan realitas. Tiap orang ingin menampilkan kesan bagi realitas. Dia ingin mengelolah kesan itu muncul pada orang lain.Diasumsikan bahwa orang ingin mendefinisikan dirinya, ingin orang lain merespon atas apa yang tunjukkan, dan orang lain ingin mengendalikan terhadap apa yang kita inginkan. Yaitu disebut manajemen impresif.

Nah, metodologi dramaturgi ini membutuhkan metode, disebut dengan metode analisis dramturgi. Yakni langkah-langkahnya dalam analisis :

  1. Performance

Fokus melihat bagaimana aktor berperan. Bagaimana yang ditunjukan aktor? Apakah sinis? Dianalisis melalui front, yakni tampilan dalam personal front dan sosial front. Personal front ditunjukkan misalnya dengan melekat penampakan (pakaian) dan sikap. Ini dkaitkan dengan seseorang. Kemudian menganalisis setting, yakni bagaimana aktor meletakkan dirinya di sebuah pertunjukkan. Ketika melihat performance, fokus pada aktor, setting dan dramatik sesion. Apakah ada peran yang secara drama yang ditunjukkan. Terus ada idea session, yaitu ingin mengidealisasikan dirinya, ada orang lain yang ingin menjadi sosok orang lain. Ada lagi maintence of situsional control yakni penekanan berulang-ulang, cenderung ke penontonnya. Apakah audience betul-betul ingin menjadikan seperti keinginan aktor? . selanjutnya menganalisi kesamaan perilakunya. Jika ada kesamaan maka sudah terjadi social front. Karena semua personal frontnya sama, sehingga nanti menulis harus sesuai asumsinya. Maka harus ditampilkan bahwa penulis seorang yang dramaturgis. Yang dituliskan nanti adalah penampilan bajunya dan lain-lainya yang tampak seakan-akan menceritakan sebuah penampilan.

  • Team

Aktor-aktor yang memainkan sesuatu yang sama. Apakah dalam tim ada yang dominan? Ada yang dramatik, tapi belum punya kepentingan. Masing-masing aktor akan menunjukkan perannya.  Ada peran directic. Dia punya peran tidak dalam peran permainan tersebut?. Ada yang tidak berperan. Ada yang ikutan saja. Team melihat bagaimana aktor berlaku sama dalam perannya masing-masing. Asumsinya tetap realitas adalah pertunjukan.

  • Region dan perilaku region

Area yang dianalisis atau perilaku diarea tersebut. Merujuk pada tempat yang dibatasi oleh penciptaan tertentu. Penciptaan persepsi itu luas banget. Buat tentang area atau tempat, bukan sesempit itu tapi lebih luas yakni area persepsi, karena ada yang mudah ditampilkan tapi ada juga tidak. Apalagi yang daring, tidak ada batas, sehingga region ini harus dibatasi dengan persepsi. Region bisa saja dilihat dari  front region (depan) dan yang muncul duluan (yang tampak).

  • Discrepant roles ;

Orang yang dianggap pura-pura jadi aktor, ada orang yang pura-pura jadi penonton, fokus ini mengidentifikasi mana-mana yang bisa menunjukkan banyak hal, yang bukan dari aktor atau penonton. Kita telaah dari peran ini. Melihat realitas dari kacamata atau potret aktor, tapi aktor yang bukan aktor inti. Bukan pemain utama, namun memiliki peran.

  • Comunication out of caracter

Telaah ini untuk mengetahui dan menghindari hal-hal diluar konsesus. Karena sebuah konsesus jika sebuah tim berinteraksi dengan tim lain, maka  masing-masing tim akan mempertahankan apa yang mereka ingin sampaikan. Dalam rangka mencapai keselarasan ini, setiap anggota tim akan menekan keinginan masing-masing agar terbentuk komunikasi yang tercipta komunikasi seperti apa yang diinginkan.

  • Impression management

Analisis ini untuk melihat bagaimana aktor dalam memyukseskan pertunjukannya. Identifikasi atas analisis ini yaitu : cara defensive (digunakan aktor untuk menyelamatkan performance mereka), cara protektife (yang digunakan penonton dan outsider untuk melindungi performance yang disajikan aktor), dan cara yang harsu diambil aktor untuk memastikan bahwa penonton dan outsider memiliki kesempatan untuk membantu melindungi performance.

Nah, selamat mencoba. Semoga bermanfaat

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.