Tanggung Jawab itu hingga Akhirat

Tanggung Jawab itu hingga Akhirat

Manusia diciptakan Tuhan sebagai khalifah fil ardi. Kita adalah pemimpin di bumi. Setidaknya, kita menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Karena itulah, kita memiliki tanggung jawab atas apa ataupun siapa yang ada dalam tanggungan kita.

Dalam hidup yang singkat ini, kita dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama menjadi pemenang atau pilihan kedua menjadi pecundang. Hanya yang berhasil memenuhi tanggung jawabnya dengan baik sajalah yang bisa disebut pemenang. Sedangkan yang mengabaikan, menghindari,  atau bahkan lari dari tanggung jawabnya itulah sang pecundang.

Kita tentu sepakat memilih sebagai pemenang. Untuk menjadi pemenang, setidaknya harus tahu betul apa tanggung jawab kita, baik terhadap diri sendiri, maupun terhadap amanat yang diemban. Untuk itu, tentunya kita harus mencari tahu dengan mempelajarinya. Kita bisa belajar  tentang tanggung jawab kita dengan membaca, belajar dengan menyimak, belajar dengan bertanya, serta belajar dari pengalaman kita.

Pada dasarnya, tanggung jawab tidak terlepas dari posisi kita dalam sebuah hubungan. Hubungan dimulai dari hubungan antarpribadi dalam keluarga, hubungan kemasyarakatan, hubungan kerja, hingga hubungan berbangsa dan bernegara.Berikut adalah contoh-contoh dari tanggung jawab-tanggung jawab itu.

Dalam keluarga, suami memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Dia memiliki tanggung jawab atas semua anggota keluarganya. Istri menjadi pemimpin dalam rumah suami dan anak-anaknya. Anak memilliki tanggung jawab untuk taat, bersikap, dan berperilaku baik terhadap orang tua, serta mendoakan mereka.

Meskipun lingkupnya kecil, tetapi baik-buruknya sebuah keluarga sangat menentukan baik-buruknya sebuah negara. Betapa tidak, elemen terkecil sebuah negara dibangun dari sebuah keluarga. Antarkeluarga yang tinggal di suau wilayah akan terjalin hubungan kemasyarakatan. Sesama anggota masyarakat memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga keharmonisan hidup di lingkungannya.

Dalam hubungan kerja, perlu terjalin kerja sama yang baik antara pemimpin (atasan) dan karyawan (bawahan). Atasan memiliki tanggung jawab memegang kendali di tempat kerjanya. Sementara itu, bawahan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Jika kedua pihak bisa menunaikan tanggung jawab mereka dengan sebaik mungkin, maka akan tercipta hubungan kerja yang harmonis. Hal itu tentunya akan sangat mendukung kemajuan tempat kerja mereka.

Dalam hubungan berbangsa dan bernegara, pemimpin memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan bangsa dan negaranya. Ia juga memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Sementara itu, rakyat memiliki tanggung jawab juga untuk menaati pemimpinnya yang baik. Rakyat memiliki tanggung jawab untuk mendukung pemerintah dalam rangka memajukan bangsa.

Jika semua pihak bisa mengemban tanggung jawabnya dengan baik, maka bisa dipastikan sebuah negara akan bisa tegak berdiri. Negara akan berdiri kokoh dengan pilar pribadi-pribadi yang bertanggung jawab.

Sebagai manusia yang beragama dan berakal sehat, kita tentu yakin akan adanya akhirat. Saat di dunia, kita diamanati Tuhan dengan tanggung jawab, maka ketika di akhirat nanti, kita akan dimintai pertanggungjawaban dari semua itu. Karena itulah, maka hendaknya kita tetap berusaha menunaikan semua tanggung jawab itu sebaik yang kita bisa. Jika itu terjadi, maka bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak, kita akan selamat dan bahagia. Semoga.***

#WCR_ditentukan_opinisinur

rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.