Peranan versus Tanggung Jawab

Kalo bicara tentang tanggung jawab, biasanya kebanyakan kita akan bersikap sebaliknya. Malah menuntut hak terlebih dahulu. Tanpa mengindahkan tugas yang menjadi kewajibannya.

Bahkan bisa jadi, bagi yang tidak tahu apa itu tanggung jawab, justru malah hanya bisa merugikan orang lain tanpa dirinya sendiri menyadari akan hal itu.

Tanggung jawab, adalah sebuah refleksi dari suatu kewajiban yang memang harus dilaksanakan. Tidak bisa tidak, atau bahkan seenaknya mengelak di belakang kata terserah.

Ya, sebagai seorang ibu rumah tangga misalnya. Kita tentu dituntut segala sesuatunya berurusan dengan segala pekerjaan di dalam mengatur rumah tangga.

Tanggung jawab inilah, yang pastinya akan dengan mudah dilaksanakan, apabila ada komitmen dari sang suami, yang juga dengan tanggung jawabnya. Menjalankan tugas serta memberi nafkah di dalam rumah tangga kepada istri dan anak-anak.

Jangan lantas, justru istri dianggap makhluk yang bisa seenaknya diperlakukan tidak adil. Dengan begitu, seorang istri tidak mungkin akan menjalankan tanggung jawabnya secara baik, karena pincang sebelah. Mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

Dalam arti, sama sekali tidak ada yang mendukung dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

Khususnya dari suami yang notabene harus memberikan nafkah, perlindungan, keselamatan, dan tentu kenyamanan serta perhatian, yang tidak boleh kurang.

Menjadi seorang istri tentu bukan berarti bisa dijadikan hak pakai selama hidupnya, tanpa diberi kelayakan dalam hal makan, hak diberi perlindungan, rumah, sekaligus penghidupan yang baik.

Karena dengan cara seperti itu, justru istripun akan keluar dari tanggung jawab yang seharusnya dia laksanakan.

Tidak hanya itu, tanggung jawab istripun tentu akan diserahkan sepenuhnya jika suami tidak menjalankan tanggung jawabnya secara keharusan.

Untuk dapat melaksanakannya, sang istri memiliki hak menuntut apabila justru diberlakukan dzalim atau tidak adil oleh suami. Naudzubillah.

Bukankah suami atau laki-laki yang baik, adalah dia yang justru mengedepankan kasih sayang kepada ibu dan istrinya, termasuk anak-anaknya dalam menerima nafkah dan kebaikan. Disitulah letak sedekah yang paling baik dalam sebuah rumah tangga.

Apa saja sih tanggung jawab menjadi seorang istri.

  1. Menjaga rumah dengan baik, mulai dari membersihkan; memelihara; lebih menjadikan suasana rumah asri dan nyaman.
  2. Mengatur segala urusan rumah tangga.
  3. Mengatur keuangan rumah tangga.
  4. Mengasuh dan membesarkan anak, sekaligus memberi perhatian kepada anak.
  5. Saling mendukung dan belajar untuk bisa menjadi orangtua yang baik bagi anak-anaknya.
  6. Memberikan pengajaran tentang beribadah, mencari ilmu, dan meraih cita-cita yang baik.
  7. Memberikan fasilitas untuk sekolah sampai ke jenjang tinggi kalau dimampukan.
  8. Menjaga kesehatan dan kecantikan diri, agar bisa tetap percaya diri menjadi seorang ratu dalam rumah tangga.

Mungkin sangat banyak, bukan hanya hal yang penulis sebutkan di atas saja.

Sejatinya tanggung jawab tetap akan ditanyakan pertanggung jawabannya oleh sang Maha Pemberi Hidup diakhirat kelak.

Semoga apapun yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita, akan selalu dimudahkan dan dimampukan dalam menjalankannya.

Terlepas dari baik atau tidaknya pemeran yang menjadi tokoh utama dalam cerita hidup kita. Tanggung jawab adalah hal utama dalam menuntun jalan kehidupan menjadi lebih keren dan bermakna.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati
Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.