Tanggung Jawab sebagai Hamba-Nya

Tanggung jawab mudah dikatakan sulit untuk dilakukan. Semua mampu mengatakan tanggung jawab. Namun terkadang jauh dari realitas. ‘Dasar aku‘ sambil tepok jidat.

Setiap insan mempunyai tanggung jawab, baik posisi sebagai anak dan orang tua, suami dan istri, murid ataupun guru begitu juga dengan bawahan atau karyawan. Segala sesuatu yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan. Besar ataupun kecil senantiasa akan mendapatkan balasannya.

Di sini, bagaimana posisi sebagai makhluk Allah yang bertanggung jawab terhadap segala perbuatan yang dilakukan? Amal baik ataupun buruk tak akan luput dari penglihatan-Nya. Sesuai janji Allah dalam Alquran.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Begitu sempurna Allah membuat aturan untuk hamba-Nya. Pernah aku membaca bahwa ketika usia seseorang telah menginjak 40 tahun. Namun masih memperbanyak dan menumpuk dosa, sudah jelas bahwa ia akan masuk neraka. Naudzubillah Min Dzalik.

Terlintas, teringat tulisan yang kulihat di sebuah grup whatsApp menjelaskan tentang peringatan usia. Tepat tanggal 06 Juli 2020, genap 40 tahun usiaku. Ini adalah sebagai pengingat dan peringatan bagi diri sendiri dan teman-teman semua. Berikut uraiannya

Warning Umur

Ditulis oleh: Tajuddin Pogo

Mari kita renungkan peringatan umur dalam Surah Fathir ayat 37; Allah berfirman:

(Dan mereka berteriak di dalam neraka itu) Yakni mereka berteriak dalam neraka meminta pertolongan dengan suara yang tinggi. Mereka berkata:

(Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan) Berupa kesyirikan dan kemaksiatan. Sehingga kami dapat mengganti kekafiran kami dahulu dengan keimanan, dan mengganti kemaksiatan dengan ketaatan.

(Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir) Yakni bukankah Kami telah memanjangkan umur kalian yang memungkinkan untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir. Terdapat pendapat mengatakan yang dimaksud adalah menjadikan mereka sampai umur dewasa, yaitu 18 tahun. Pendapat lain mengatakan 60 tahun. Dasarnya hadis berikut;

Rasulullah bersabda; “cukuplah Allah tidak lagi menerima alasan (karena tidak saleh dan taat) kepada orang yang dipanjangkan umurnya hingga mencapai usia 60 tahun. (HR. Bukhari)

Dan pendapat lain: 40 tahun. Dasarnya ayat berikut;

Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” [Al Ahqaf : 15)

Menurut Ibnu Katshir, ayat ini memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan bersungguh-sungguh.

Dan hadis berikut;

Dari Ibn Abbas, ia berkata:”telah bersabda Rasulullah SAW: “barangsiapa yang mencapai umur 40 tahun, namun kebaikannya tidak melebihi keburukannya, maka bersiaplah untuk masuk neraka”.

( dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?) Mayoritas ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Rasulullah. Dan pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah uban di kepala.

(maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun)
Yakni rasakanlah azab neraka Jahanam, sebab kalian tidak mau mengambil ibrah dan pelajaran, sehingga kalian tidak memiliki penolong yang dapat mencegah dan menghalangi kalian dari azab Allah.

Peringatan awal usia 18 tahun, kedua 40 tahun, ketiga 60, keempat opsional mana yang lebih dulu dari yang ketiga, yaitu uban. Segera fokus berlomba dalam kebajikan, berlari menuju Allah, bertarung menjadi pemenang dalam kehidupan ini untuk menjadi orang paling cepat meraih ampunan, rida Allah dan Surga.
Semoga jadi pemenang, Aamiin

Dari Penjelasan di atas oleh Tajuddin Pogo

Sebagai pengingatku di usia 40 tahun ini, berharap aku mampu memperbaiki diri. minimal mampu menyeimbangkan antara timbangan amalan baik dan buruk. Karena begitu banyak maksiat dan dosa yang pernah kulakukan selama 40 tahun ini.

Tanggung jawabku terhadap nikmat jasad, nikmat hidup yang telah Allah berikan begitu besar. Tanggung jawab aku sebagai hamba-Nya. Belum terlambat untuk memperbaiki diri, Allah membuka pintu ampunan untuk yang mau memperbaiki amalannya.

Sempat beberapa hari sebelum hari kelahiran kemarin, diselimuti rasa gundah gulana menghadapi usia 40 tahun ini. Karena jika saat usia telah menginjak empat puluh tahun di sinilah penentuan apakah kita akan masuk neraka atau surga. Ya Allah, ampuni aku.

#peringatan untuk diri sendiri

Cibitung, 12 Juli 2020

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.