Tak Ada Chemistry

Yanti berjalan perlahan memasuki rumah kostnya. Rumah itu terdiri atas dua lantai. Kamar Yanti berada di lantai atas berdua satu kamar dengan bibinya. Ia takut kepulangannya akan diketahui oleh temannya yang berada di lantai bawah dan berada di luar.
Malam itu ia baru pulang kerja karena jadwal minggu itu kegiliran sift kedua. Kalau sift kedua mulai masuk pukul 14.00 hingga pukul 21.00. Sengaja ia berjalan mengendap-ngendap memasuki kamarnya dan langsung pura-pura tidur tanpa menyalakan lampu. Saat itu ia sendirian di kamar karena bibinya jadwal sift 3.
“Tok.. Tok… Tok.. ” tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.
“Yan, Yan..kamu sudah pulang kan?” Suara seorang laki-laki di luar.
Yanti diam saja tak menjawab. Ternyata hal yang ditakutkan terjadi. Padahal ia sudah berusaha berjalan mengendap-ngendap ke kamarnya agar laki-laki itu tak mengetahuinya kalau ia pulang. Ia ingin menghindari laki-laki itu. Tapi laki-laki itu mungkin sudah tahu bahwa kalau jam 9 malam Yanti sudah pulang.
“Duh, bagaimana ini?” gerutu hati Yanti. “Baiknya aku pura-pura tidur saja”. Ia mulai memainkan strateginya. Hingga terdengar langkah kaki menjauh.
Esok paginya Asep datang lagi ke kamar Yanti
“Semalam ke mana?”Tanya Asep kepada Yanti.
“Aku langsung tidur”.Jawab Yanti
“Kenapa lampunya mati?”Tanya Asep lagi
“Oh. Aku cape banget. Jadi sampe ga sempet nyalain lampu”. Jawab Yanti sambil agak bingung.
“Oh ya ga pa pa”. Jawab Asep sedikit kecewa.

Yanti baru sadar ternyata sikapnya terhadap Asep, si laki-laki itu telah membuat Asep berusaha mendekati Yanti lebih jauh. Awal erkenalannya dengan Asep karena Asep penghuni kamar yang ada di bawah di rumah kost tersebut. Entah mengapa si Ibu kost menerima penghuni laki-laki di tempat itu. Awalnya dia pernah ngobrol berdua di luar di depan kamar Asep. Bagi Yanti tak ada yang istimewa dari obrolan tersebut. Ia hanya menganggap obrolan antar teman saja. sedikitpun Yanti tak punya perasaan kepada Asep. Namun lain halnya dengan Asep, ia sering berkunjung ke kamar Yanti. Apalagi ketika Eli, teman sekamar Yanti lagi kerja.
Asep mulai bertanya asal usul Yanti. Begitu pula dengan Yanti. Tak banyak yang dibicarakan Yanti tentang dirinya. Kalau ditanya ia baru jawab apa adanya. Lama lama Asep sepertinya tertarik dengan Yanti. Namun Yanti sebaliknya. Ada sifat Asep yang membuat Yanti ga suka. Ya ia sedikit sombong ketika ia menceritakan orang tuanya. Namun Yanti tak mau memperlihatkan ketidaksukaannya kepada Asep.
“hmm.. Sombong sekali dia, dia bukan typeku”. Batin Yanti ketika Asep bercerita bahwa orang tuanya pegawai Depag. Lagipula Yanti merasa Asep bukan tipenya. Selama ini dia mau menerima Asep karena dia satu kost. Yanti akan merasa ga enak kalau dia dibenci oleh teman satu kostnya.
Sementara itu Asep tidak tau siapa Yanti yang sebenarnya. Yanti tak bercerita lebih detil tentang dirinya. Yanti ga merasa cocok dengan Asep. Selama ini Yanti bekerja di pabrik hanya sebagai batu loncatan. Ia masih punya harapan lain untuk bekerja sesuai ijazahnya.
Banyak hal yang tidak disukai dalam diri Asep. Contohnya seperti saat Asep ada di kamar Yanti. Tapi Asep malah asyik menyimak acara sepak bola di televisi. Padahal Yanti sangat ga suka dengan sepakbola. Tapi Yanti tidak menunjukkan rasa tidak sukanya kepada Asep. Ia hanya diam saja. Asep mengira Yanti juga suka hobinya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Yanti keluar dari pekerjaannya di pabrik. Ia diterima menjadi CPNS. Dan ia pun keluar dari tempat kostnya itu. Akhirnya Asep pun tahu siapa Yanti sebenarnya setelah Eli, teman sekamar Yanti yang juga sodaranya menceritakannya. Beberapa waktu kemudian Yanti tahu kalau Asep akhirnya menikah dengan Dinda yang juga masih satu kost di tempat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.