Pro Kontra KBM Luring (Tatap Muka)

Pro Kontra KBM Luring (Tatap Muka)

Sehubungan dengan berawalnya tahun ajaran baru sekolah yang dimulai pada Senin, 13 Juli 2020 kemarin, ada beberapa sekolah yang mulai melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara luring (tatap muka).

Ada pun sekolah yang sudah memulai aktivitasnya secara tatap muka itu merupakan sekolah yang sudah berada dalam zona hijau. Itu pun aturan protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan sebaik mungkin, untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19 yang belum mereda.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan, kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam zona hijau tidak bisa langsung diterapkan seperti dahulu. Ada pembatasan dan aturan tertentu demi menghindari penularan virus Covid-19.

Lalu bagaimana dengan sekolah yang masih berada dalam zona kuning?

Dinas Pendidikan Jawa Barat pun telah menerbitkan aturan pelaksanaan belajar mengajar tatap muka di sekolah saat masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Di tahun ajaran baru bulan Juli ini, belum dilakukan KBM dengan pola tatap muka, masih kita lakukan dengan pola daring,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi, saat konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung.

Saat ini satu-satunya daerah yang masuk zona hijau penyebaran Covid-19 di Jawa Barat adalah kota Sukabumi. Sekolah yang sudah mulai membuka kembali kegiatan belajar mengajarnya secara tatap muka ini tetap memperhatikan protokol kesehatan dan membatasi siswa yang mengikuti KBM di setiap kelasnya.

Meskipun sudah diterbitkannya surat edaran Dinas Pendidikan mengenai sistem KBM daring, akan tetapi tetap saja, ada beberapa sekolah yang akan menerapkan KBM tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan dan aturan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan untuk sekolah di zona hijau.

Dalam hal ini, perlu adanya kerjasama antara sekolah dengan tenaga kesehatan, seperti Puskesmas untuk memberikan pengarahan mengenai protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh sekolah yang mulai melaksanakan sistem KBM tatap muka, juga upaya untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui mengenai penyebaran virus Covid-19 saat ini bisa dengan cepat terjadi apabila tidak melakukan protokol kesehatan dengan baik. Itu sebabnya dihimbau penggunaan masker dan face shield bagi siapa saja yang melakukan aktivitas di luar rumah dan membiasakan cuci tangan.

Sistem KBM tatap muka di daerah Jawab Barat masih menjadi pro dan kontra, terkait ada beberapa sekolah yang akan mulai melaksanakan sistem ini. Karena pada dasarnya Dinas Pendidikan sudah dengan jelas memerintahkan KBM daring sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Oleh karena itu, tanggung jawab sepenuhnya akan kembali diserahkan pada pihak sekolah dan orang tua siswa. Namun melihat kenyataan itu, orang tua pun tentunya khawatir, jika di kemudian hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka tanggung jawab sepenuhnya diserahkan pada orang tua itu sendiri.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam memulai KBM tatap muka, bisa dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :

  1. Isolasi mandiri 2 minggu sebelum anak dan guru mulai masuk sekolah.
  2. Memperhatikan protokol kesehatan.
  3. Siswa, guru dan petugas sekolah menggunakan masker dan face shield.
  4. Menyediakan sarana cuci tangan di setiap depan kelas, kantor guru dan masjid.
  5. Mengecek suhu badan anak, guru dan petugas sekolah saat akan memasuki lingkungan sekolah.
  6. Membatasi siswa yang melakukan KBM tatap muka di dalam kelas dengan membaginya dalam beberapa ruangan.
  7. Menggunakan sistem shift bagi anak-anak yang masuk sekolah.
  8. Menghindari terjadinya kontak fisik dan tetap menjaga jarak.
  9. Datang dan pulang sekolah tepat waktu.
  10. Anak tetap menjaga kesehatan selama di rumah dan tidak bepergian ke luar rumah selama masa KBM tatap muka berlangsung.

Semoga saja dengan berjalannya waktu, wabah ini segera mereda bagi Jawa Barat khususnya dan kota-kota lain di seluruh Indonesia umumnya, agar segera beralih ke zona hijau bahkan terbebas dari pandemi ini. Sehingga sekolah-sekolah pun bisa kembali beraktivitas seperti biasanya tanpa perlu didera rasa khawatir.

Tetap melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran yang sudah ditetapkan merupakan langkah terbaik untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Jangan pernah lelah memperingati anak-anak kita terutama yang masih bersekolah untuk tetap menjaga diri, menggunakan masker saat pergi ke luar rumah dan sering cuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah.

Foto : SMA 4, sekolah pertama di Sukabumi yang akan mulai memberlakukan Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) secara tatap muka (diambil dari google).

Sumber Referensi :
https://www.radarcirebon.com/2020/06/20/belum-ada-zona-hijau-di-jabar-tahun-ajaran-baru-masih-belajar-dari-rumah/

https://pangandaran.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-10582138/new-normal-bersiap-masuk-sekolah-13-juli-2020-kelas-hanya-boleh-berisi-18-siswa?page=2

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.