Ketika Ikhlas dan Rida Bercengkrama

Bertemu dengan sebuah peristiwa, dimana sentuhan tangan kasih sayang-Nya memberi sakit. Jangankan sakit yang sebenarnya, disentil sakit hati saja, butuh jutaan hektar kelapangan menerima. Eaaaa…

Apalagi keuwuan yang kini menjadi kata viral, hanya akan menambah ramai dunia persilatan jagad raya. Apa sih?

Ya kali ini penulis ingin sekali membahas sebuah fenomena yang terkadang kita lupa. Sebetulnya sakit harus kita yakinkan sebagai tanda kasih sayang Allah Swt kepada hambanya.

Tentu kita semua telah memahami, bahwa setiap yang hidup akan terus diuji, sejauhmana ujian akan mendekatkan mereka kepada Sang Pencipta.

Salah satunya yaitu diberi ujian sakit. Pengalaman yang pasti pernah terjadi, kepada diri kita. Baik itu sakit lahir maupun batin.

Pengharapan do’a yang tentunya pertamakali terucap ketika sakit mendera. Berharap penuh sebuah keajaiban untuk segera sembuh, yang terkadang kita bisa saja berburuk sangka di dalamnya.

Tetapi, semestinya kita bisa menyikapi peristiwa akan sebuah penyakit. Tidak semua paham, tentu penderita sakit saja yang akan merasakannya.

Keluhan, rintihan tentu akan terlontarkan bagi mereka yang tidak dengan kesadaran penuh, menikmati sebuah ujian sakit.

Namun tidak lupa, yang mengurusi orang yang sedang sakitpun, semestinya tetap sabar dan ikhlas memberikan semangat. Agar bisa rida menerima betapa menderitanya sebuah sakit yang menimpa.

Sebetulnya ikhlas dan rida adalah sesuatu yang hampir memiliki kesamaan arti. Namun ternyata ikhlas dan rida jelas sebuah kata yang berbeda dalam pengertian.

Ikhlas kita menjalankan ibadah dalam hal ini mendapat ujian sakit. Rida menerima apa yang menimpa tanpa ada penolakan yang hanya akan menambah sengsara bagi diri yang sakit.

Bukankah disetiap kejadian sakit pasti akan diakhiri dengan kesembuhan. Disinilah letak kebahagiaan yang akan didapatkan oleh seseorang yang ikhlas dengan sebuah rasa sakit

Sejatinya sebuah penyakit akan mendatangkan berjuta hikmah kesadaran, apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup. Tetapi sakit juga bisa mengingatkan kita akan sebuah kematian.

Dengan kesadaran diri kita yang terkadang lupa, bahwa segala sesuatu kejadian yang menimpa tentu tetap datangnya dari Allah Swt, untuk memberikan pelajaran.

Bagaimana sesungguhnya kita harus menyikapi kejadian sakit yang bisa kapan saja datang tanpa memberitahukan terlebih dahulu.

Sikap kita ketika mendapatkan sakit, sudah seharusnya :

  1. Menerima dengan rida, apapun keputusan dan ketetapan-Nya dalam sebuah penyakit.
  2. Ikhlas menjalani hidup yang bisa saja diberikan ujian sakit selama hidup, sekaligus bukti menjalankan tugas sebagai insan yang bertakwa.
  3. Menyadari akan kesalahan diri, dalam menyikapi masalah dalam kehidupan. Terkadang kita salah dalam memahami dan salah dalam mengambil sebuah keputusan.
  4. Jauhi kata dan sikap sombong. Karena sakit bisa menimpa siapa saja tanpa kita menyadari akan hal itu.
  5. Instrospeksi diri, kenapa sakit menimpa diri. Dengan begitu, kita akan lebih memandang sebuah permasalahan hanya dari sisi baiknya saja.
  6. Jangan mengambil jalan pintas dan pesimis dalam menghadapi suatu ketetapan-Nya. Apalagi ketika sedang sakit. Janganlah berdo’a memohon sebuah kematian. Seberat apapun ujian sakit yang datang.
  7. Setiap sakit pasti ada sembuh dengan pengobatannya. Maka jalani dengan tenang. Semoga dengan sakit memberikan i’tibar bagaimana selanjutnya kita meniti kehidupan yang ternyata penuh dengan belokan-belokan tajam yang mengejutkan.
  8. Dengan ikhlas justru akan menambah ketenangan dan kurangnya kita merasakan sakit dalam diri yang sedang sakit.
  9. Semakin kita ikhlas dan rida dalam sebuah penyakit yang melanda, makan akan semakin rimbun dengan beribu pahala tanpa kita menyadarinya.

Nah, sudah cukup bisa memahaminya kan?. Kalau sakit itu ujian yang memberatkan pahala, bagi mereka yang ikhlas dalam menjalaninnya.

Yuk tebarkan kebaikan. Jangan sedikitpun sombong ketika sakit, atau bahkan keluarkan keluhan yang tak memberi arti.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati
Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.