Hidup Sehat Tanpa Maksiat

Hidup Sehat Tanpa Maksiat

Kemaksiatan adalah penyebab yang menggiring hamba menjauh dari Rabbnya. Kemaksiatan menggeser keimanan seseorang berganti dengan hawa nafsu syaithoniyah. Semakin bermaksiat, maka semakin jauh pula dari Allah ‘azza wa jala.

Saat hamba kian jauh dari Allah, semakin sulit diharapkan petunjuk dan pertolongan Allah datang menghampirinya. Justru berbagai keruwetan hidup menimpanya serta jauh dari kebahagiaan.

Kemaksiatan dapat terjadi dalam setiap bidang dan fase kehidupan. Manusia dituntut untuk pandai mengendalikan apa yang dikaruniakan kepadanya dan yang menjadi tugasnya, agar senantiasa sejalan dengan yang diinginkan Allah, sehingga tidak terjadi penyimpangan dan kemaksiatan di sana.

Telah banyak contoh, sengsara menimpa kala maksiat diperbuat hamba.  Adam dan Hawa yang sudah hidup senang di dalam surga, “terpaksa” harus turun ke bumi gara-gara makan buah khuldi yang dilarang oleh Allah memakannya.

Seorang ahli ibadah (‘abid) pada masa Bani Israil, di akhir hayatnya bertemu ajal dalam keadaan kafir. Dengan kelicikannya, iblis melancarkan rayuan-rayuan mautnya kepada sang ‘abid. Dengan sabar dan tak kehabisan akal, iblis tekun menggoda ahli ibadah yang paling giat beribadah kala itu. Si ‘abid pun akhirnya termakan bujuk rayu si iblis, sampai akhirnya sang ‘abid berbuat zina dan melakukan pembunuhan. Di pengadilan kerajaan, sebelum kematiannya, ia pun mengedipkan mata sebagai isyarat tunduk kepada iblis la’natullah dan melayanglah nyawanya dalam kemurkaan Allah. Na’udzubillahi min dzaalik.  

Kisah ahli ibadah yang jatuh ke lembah maksiat ini, Allah abadikan dalam al-Qur’an untuk kita jadikan sebagai pelajaran, “….Seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu’, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”. (QS. Al-Hasyr [59]: 16).

Kemaksiatan telah menjadikan seseorang yang semula mulia menjadi hina, yang tadinya suci jadi berlumur dosa. Maka, kemksiatan dengan segala bentuknya adalah racun yang membinasakan, yang harus dijauhkan sejauh-jauhnya.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.