Keikhlasan Merentas Ketegaran

Keikhlasan Merentas Ketegaran

Peristiwa itu masih membekas kuat di alam ingatanku. Peristiwa tentang sakitnya kakakku, sebelum kepergiannya menghadap Illahi untuk selamanya. Yang terpatri dalam ingatanku adalah tentang ketegaran dan ketabahannya dalam menghadapi penyakit yang dideritanya, kanker rahim.

Cukup tersentak aku kala pertama kali menerima kabar bahwa kakakku menderita penyakit kanker rahim dan bersiap akan dioperasi. Ia beserta keluarganya sudah berada di rumahnya yang di kota dan beliaunya tengah menjalani proses kemoterapi guna tindakan operasi.

Di saat tindakan operasi itu kian dekat, sebagai kakak satu ketika ia menghubungiku dan mengabarkan kondisinya. Kusarankan untuk mengonsumsi obat herbal yang sesuai jenis penyakitnya, setahuku ia menuruti anjuranku dan membeli satu paket herbal sebagai bentuk ikhtiar.

Di samping menelponku, tak lupa beliau menghubungi ibu dan menyampaikan hal serupa. Belakangan setelah beliau wafat, barulah kuketahui bahwa atas keberatan dari ibulah, sehingga membuatnya membatalkan niat untuk operasi. Ibu melarangnya operasi dengan alasan tertentu.

Beliau lantas di bawa pulang kembali ke kampung dan tetap menjalani pengobatan-pengobatan tradisional yang tersedia. Dari hari ke hari, kondisi beliau semakin parah, badannya semakin kurus dan untuk segala sesuatunya mengandalkan bantuan dari orang-orang terdekatnya.

Meski diketahui bahwa sakitnya beliau adalah penyakit yang ganas dan kerap berujung pada kemtian, namun kuperhatikan tak sedikit pun gurat kecemasan atau kekhawatiran terbias di wajahnya. Beliau tetap menjalani hari demi hari dengan penuh ketenangan, kepasrahan. Betapa beliau serahkan sepenuhnya atas penyakit yang menimpanya kepada Allah, tempat segalanya bergantung.

Keikhlasan itulah yang membuat beliau tegar atas penyakit yang terus menggerogoti badannya. Ketenangan beliau itu pulalah yang membuatku takjub atas penerimaan atas segala takdir yang menimpanya. Hingga, pada pagi hari beranjak siang, kabar duka itu pun kuterima, beliau menghadap Sang Pecipta untuk selama-lamanya. Pemakamannya dihadiri begitu banyak orang. Semoga engkau husnul khotimah kakakku. Allah ampuni segala dosa-dosamu berkat kesabaranmu menanggung semua derita atas penyait yang kau idap. Aamiin.   

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.