WAG yang Terkunci

WAG yang Terkunci

Guru itu digugu dan ditiru. Guru bertugas 24 jam sehari semalam (Wah kapan tidurnya). Itu dulu, ya. Sekarang sudah pandai memilah perilaku mana yang digugu dan ditiru. Guru bertugas 24 sesi pembelajaran. Setelah itu, orangtua dan masyarakat yang bertugas sebagai panutan murid.

Di masa pandemi Covid-19 (Corona virus disease 2019), guru menjadi mahir memiliki kompetensi pengunaan IT (Informasi dari Teknologi). Guru membuat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan memanfaatkan IT. KBM berlangsung dalam bentuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Guru melakukan dari sekolah sedangkan siwa di rumah secara berkelompok.

Segala usaha dilakukan agar guru memiliki kompetensi penggunaan IT. Guru mengikuti pelatihan DARING (Dalam Jaringan). Aktivitas ini menjadi terbiasa di masa ini. Banyak pelatihan ditawarkan baik berbayar maupun gratis. Guru berusaha mengeluarkan kocek sendiri walaupun tanpa mengharapkan apresiasi dari pimpinan.

Bukan hanya guru, tetapi juga murid. Mereka juga menjadi lebih mahir memanfaatkan IT. Generasi Z ini memang terkenal sebagai generasi yang menguasai IT. Sebagian besar dari mereka lebih mahir ketimbang gurunya. Namun kebutuhannya berbeda, sebagian hanya untuk bersenang-senang. Hanya sedikit yang memanfaatkan untuk belajar.

Sebut saja ibu Rini. Ia seorang guru yang sedikit gaptek. Ia bingung memulai pembelajran. Hingga muridnya yang memulai dengan membuat grup online. Grup dibuat dalam bentuk WAG (WhatsApp Grup).

Murid yang menjadi admin gurp, adalah Dika. Ia juga sebenarnya kurang mahir dalam urusan kegiatan grup WA. Setelah itu, semua siswa dimasukkan dalam grup WA. Langkah terakhir, ia memasukkan gurunya, ibu Rini. Kemudian Dika mengunci grup agar tidak terlalu ramai di grup.

Dika menyilakan ibu Rini memberikan materi. Sebenarnya bu Rini sudah membuat rencana KBM tidak hanya menggunakan WA tetapi aplikasi lainnya. Namun saat ini menjadi pertemuan pertama sehingga bu Rini memberikan beberapa informasi awal di grup. Namun Dika lupa menjadikan ibu Rini sebagai admin. Sedangkan HP Dika sedang dibawa kakaknya ke pasar.

Rumahmediagrup/saifulamri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.