Perjodohan (4)

PERJODOHAN (4)

Arfa membuka pintu gedung yang tertutup. Kosong. Ruangan luas terpampang sangat jelas. Naura masih belum memahami apa maksud Arfa membawanya ke tempat itu.

“Tempat apa ini, Mas?” tanya Naura tak sabar menunggu Arfa memberitahu mengenai maksud membawanya ke gedung itu.

“Ini adalah tempatmu untuk menuangkan semua keahlian yang kau miliki, agar harimu tak merasa menjemukan.”

Ucapan Arfa membuat Naura terpaku. Ia seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sebesar inikah perhatian Arfa untuk mendukung keputusannya?

Hati mana yang tak meleleh dengan perlakuan suami yang tak hanya memahami, tapi juga mendukung, bahkan diam-diam merencanakan untuk sebuah kejutan yang membahagiakan.

Naura berkaca-kaca. Ia tak bisa menahan haru yang menguasai hati. Seumur hidup baru kali ini ada seorang lelaki begitu perhatian akan kegiatan yang digemarinya, dan tanpa diminta, melakukan hal yang di luar dugaan.

Meski bagi Arfa, menghadiahi sebuah gedung itu sangatlah mudah. Tapi untuk Naura, itu sebuah perhatian yang luar biasa. Mendapat kepedulian dan harapan sekaligus yang selama ini ia dambakan, merupakan wujud rasa syukur yang tak terhingga.

Naura hanya perempuan sederhana. Mendapatkan perhatian dan hadiah dari Arfa adalah anugerah yang sangat berarti baginya. Itulah kenapa ia tak bisa berkata-kata, hanya berlinang air mata dalam hari bahagia.

“Kau suka dengan hadiah ini, Naura?”

Perempuan yang tengah mendekap bahagia itu menoleh ke arah suaminya.

“Maaf, aku hanya terharu dengan semua ini. Apa ini tak berlebihan untukku, Mas?” tanya Naura seraya menghapus basah di pipinya.

“Untuk perempuan istimewa seperti dirimu, ini hanyalah sebagian kecil yang sudah sepantasnya dimiliki istri dari Arfa Athalla Firdaus,” ucap Arfa mengukir lengkungan tipis menghiasi bibirnya.

“Terima kasih, Mas. Aku sangat bahagia.”

Arfa menanggapi dengan sebuah anggukkan kecil.

“Mari kita melihat ruangan lainnya. Apa yang bisa kau perbuat dengan ruang kosong ini,” ujar Arfa melangkah menuju ruangan yang lebih dalam.

Naura tak ingin menguar bahagia dengan sikap Arfa yang tak romantis. Meski ia berharap suaminya itu bisa sedikit saja berlaku manis, dengan menggandeng tangan atau merangkul pinggangnya. Tapi lagi-lagi Naura menyadari, Arfa bukan lelaki seperti itu.

Akhirnya ia melangkah mengikuti Arfa yang sudah tak terlihat dalam pandangan mata. Ia mencari-cari kemana gerangan sang suami pergi. Belum hilang rasa takjub akan kejutan yang diberikan suaminya, ia sudah dibuat ternganga dengan suasana halaman belakang yang cukup luas.

Sebuah kolam ikan lengkap dengan hiasan dinding dari batu alam terpampang jelas di pinggir taman, dengan tanaman bunga aneka rupa, tumbuh menghiasi sekitarnya dengan penataan yang rapi dan asri.

Bunga mawar dengan lima warna berbeda tampak tumbuh dalam pot batu alam yang melingkari tanaman bunga lainnya. Taman minimalis itu terlihat jelas dari ruangan yang dikhususkan untuk menjadi ruang pribadinya. Naura kembali terharu.

Rupanya Arfa telah mempersiapkan semuanya tanpa ia tahu. Memang lelaki dingin itu ternyata punya cara untuk memperlakukan seorang perempuan dengan romantis, dengan cara yang unik. Naura tersipu.

“Ini sengaja aku siapkan agar kau bisa lebih santai bekerja. Aku tahu kau suka pantai, tapi tak mungkin bagiku menghadirkannya di sini. Itulah kenapa aku memilih kolam ikan dengan tanaman bunga aneka rupa, terutama bunga mawar.”

Naura terpukau. Ia tak menyangka sang suami mengetahui apa yang disukainya.

“Apalagi yang kau tahu tentang kesukaanku, Mas?

“Cukup banyak.”

“Pasti Ayah yang memberitahumu?”

“Bukan.”

“Lalu dari mana Mas tahu kesukaanku?”

“Rahasia.”

Arfa dengan langkah cueknya kembali menuju ruang dalam. Naura merungut.

‘Selalu seperti itu,’ bisiknya kesal.

Sambil mengikuti Arfa, Naura bertanya-tanya, dari mana lelaki itu tahu kesukaannya jika bukan dari sang ayah? Mungkinkah ia mencari tahu sendiri selama ini? Sejauh itukah keingintahuannya? Naura semakin menyimpan pertanyaan besar itu. Akan ia cari tahu nanti.

Bersambung ….

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.