Anak Sajaknya

Kita hanya sekelumit kisah dari bagian
Merambah kata dalam kebebasan berujar

Kita memang bukan turunan
Mengayuh maksud kembangkan hobi dalam wajar
Ini hanya tumpahan
Dari juang mereka dalam kejar
Ini juga panggilan
Dari bocah tak beralas kaki berhasrat nanar
Pernah rasa ini tenggelam oleh polutan
Mengibas harapan berubah tawar
Kucoba bertahan
Meski lama berjuang kejar
Bukan untuk musiman
Membentang layar
Sajak menjadi tumpahan
Beranjak dewasa dari hasrat berkembang pendar
Kita memaknai perjalanan
Dari rindu yang mekar berpijar
Lemah hati saat tak ada sambutan
Malas lah majas dibiaskan
Tenggelam memudar
Saat sang pengurai sajak muncul di permukaan
Hati terjaga pencar

Teringat dirimu tersulut impian terulang
Membuka kembali sisi diksi yang mulai memudar

Kata adalah kebebasan
Untuk kita lakukan renungan dan berlayar
Untuk kembali memenuhi panggilan
Karena sebenarnya nurani tak pernah tertukar
Kepadamu kawan
Pintu maaf kubayar
Dengan rangkaian kata tak seindah pilihan
Kugelar kuhampar atas rindu yang pernah berpendar

Maka bila esok aku sudah tak ada tak kan terbang ke awan
Karena ada tulisan tertinggal di hati kita bahwa perjuangan harus tetap pijar

Asparaga, 22072020 02.03

Foto: Compas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.