Menebar Kebaikan Lewat Tulisan (Merenungi Kematian)

Menebar Kebaikan Lewat Tulisan (Merenungi Kematian)

kematian adalah hal yang nyata. Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tapi justru awal dari fase kehidupan yang baru. Di mana kita akan dihidupkan kembali dan mempertanggung jawabkan perbuatan kita selama hidup di dunia.

Lalu, sudah cukupkah bekal yang kita punya untuk menghadapi kematian itu? Pernahkah kita merenungkan, bukan sebanyak apa kebaikan yang sudah kita perbuat selama ini, tapi justru seberapa sedikitkah keburukan yang kita lakukan?

Mengapa demikian?

Karena jika kita menghitung kebaikan-kebaikan apa yang telah kita perbuat, kita tak akan pernah ingat mengenai keburukan yang tanpa disadari telah kita lakukan.

“Hai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama islam”. (QS. Ali Imran : 102).

Sebagai seorang manusia yang beriman, sudah semestinya kita menjalankan kewajiban sebaik-baiknya hamba Allah. Apa yang kita perbuat selama di dunia, semata hanya mengharap rida dari Yang Maha Kuasa.

Dalam hal ini, saya tidak hendak menuliskan tentang bagaimana seorang manusia selayaknya memiliki tingkah laku yang sesuai dengan syariat Islam. Namun di sini, saya ingin menulis mengenai amalan kita yang akan mengalir, meski kita sudah tak hidup lagi di dunia.

Banyak sekali amalan-amalan yang akan menolong kita di akhirat kelak, yang tak akan pernah putus hingga kita menghadap Sang Pencipta. Jika dijabarkan satu per satu, tentunya akan begitu banyak yang harus dituliskan.

Saya hanya ingin berbagi hal yang sederhana. Kita sebagai seorang muslim tentunya sudah paham, apa saja kewajiban sebagai hamba Allah yang beriman. Apa saja yang akan kita pertanggung jawabkan kelak saat raga sudah terpisah dari ruh?

Amalan yang akan diperhitungkan Allah dan tidak akan pernah putus sampai kita tiada diantaranya adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR. Abu Hurairah).

Salah satu amalan tersebut adalah ilmu yang bermanfaat.

Kita sebagai manusia sudah seharusnya menjadi pribadi yang memiliki ilmu, karena dengan ilmu kita akan memiliki wawasan yang luas. Mengamalkan ilmu yang kita dapat sebagai sarana untuk menebar manfaat bagi orang banyak.

Semakin banyak manfaat yang dirasakan orang lain, maka amalan itu akan semakin mengalir untuk diri kita, berupa pahala yang akan menjadi bekal hidup, bahkan ketika kita sudah mati sekali pun.

Sekecil apa pun ilmu yang kita tebar untuk kemaslahatan manusia, maka dampaknya akan begitu terasa. Lalu, bagaimana dengan mengamalkan ilmu melalui tulisan?

Menulis adalah menuangkan ide, pendapat, pengetahuan dan pengalaman menjadi sebuah karya nyata berupa aksara. Menulis pun akan bisa memiliki nilai pahala yang akan Allah jadikan penolong kita di akhirat nanti.

“Semua manusia akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak.” (Ali bin Abi Thalib).

Mengapa tulisan kita akan membahagiakan di akhirat kelak?

Karena karya yang bermanfaat bagi manusia lainnya, akan menjadi amalan yang tak akan pernah putus hingga kita kembali ke haribaan-Nya.

Saya sendiri merasakan manfaat dari sebuah tulisan. Baik itu yang saya tulis sendiri mau pun yang orang lain tuliskan. Energi positif yang kita dapat dari tulisan positif yang kita baca, akan menjadi pemicu semangat dan memberikan efek bahagia.

Energi itulah yang bermanfaat bagi kita, tentunya mengalir pula manfaatnya bagi si penulis tersebut.

Saya sebagai manusia yang dianugerahi pikiran berupa bisa berimajinasi dan menuliskannya menjadi sebuah tulisan atau karya, menjadikan pribadi yang percaya diri, bersemangat dan lebih bahagia.

Karena apa?

Karena kita melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan kecintaan dan lepas tanpa beban. Berimajinasi dengan dunia khayal kita, lalu menuangkannya menjadi sebuah tulisan indah dan mengandung nilai moral juga manfaat bagi yang membacanya, tentunya akan memberikan berlilat-lipat kebahagiaan bagi diri kita.

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. (Imam Al-Ghazali).

Maksud kutipan tersebut adalah jika kita hanyalah manusia biasa yang orang pun tak akan mengenal kita, maka tuangkanlah dalam tulisan, jika tulisan kita dibaca banyak orang, maka otomatis orang akan mengenal siapa diri kita, siapa penulisnya.

Maka semampu yang saya bisa tuliskan untuk menebar kebaikan, akan saya lakukan. Saya hanya berharap tulisan-tulisan saya mengandung manfaat bagi orang banyak.

Kebahagiaan seorang penulis selama hidup di dunia adalah menghasilkan karya yang bisa menginspirasi. Sementara jika ia sudah mati, tak hanya karyanya yang akan selalu dikenang, akan tetapi tulisannya juga akan menjadi kemaslahatan umat manusia.

Jadi, kematian yang sedang kita tunggu kedatangannya, marilah kita isi dengan hal yang bermanfaat. Salah satunya dengan menulis hal-hal yang positif.

Mengukir untaian kata dalam balutan aksara
Mencipta karya indah nan memesona
Merajut asa dalam mahligai bertahta
Menebar manfaat demi kemaslahatan manusia

Menunggu kembali dalam hitungan waktu
Menggali ilmu tanpa merasa jemu
Jika masa di mana takdir dijatuhkan
Hati ikhlas untuk melepaskan

Sejatinya hidup adalah persinggahan
Dari kehidupan nyata yang menunggu di depan
Hanya tinggal menanti hitungan
Panggilan Illahi nyata dalam buaian

Hanya amalan menjadi bekal menuju kehidupan abadi
Bersama segenap perbuatan yang menyucikan diri
Bilamana saat yang dinanti tiba
Hanya berpasrah ketika raga tercerabut nyawa

Cirebon, 23 Juli 2020

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.