Perjodohan (5)

PERJODOHAN (5)

Naura mempersiapkan semua keperluan untuk usaha yang akan ditekuninya. Sebuah butik yang mengusung konsep busana yang sedang tren dipadukan dengan desain karya sendiri, menjadi ciri khas yang akan ia buat agar bisa menarik di mata para pelanggannya.

Selama sebulan Naura merancang konsep butik yang sudah diimpikan selama ini. Membuat desain pakaian yang akan dipajang, hingga mencari penjahit profesional yang sudah dikenal. Ia membuat tempat konveksi di ruang belakang butiknya, dengan mengusung pakaian muslim.

Tak memakan waktu lama sampai ia mendapatkan pelanggan. Setelah pembukaan secara resmi butik baru yang diberi nama Naura butik itu, banyak yang mengantri hanya untuk membeli koleksi terbarunya.

Dimulai dari teman-teman kantor saat Naura bekerja di perusahaan terdahulu, kolega bisnis Arfa, sampai pelanggan baru. Naura mulai disibukkan dengan kegiatan barunya.

Namun Naura tak mengabaikan tugas sebagai seorang istri. Karena itu adalah yang hakiki. Melayani Arfa adalah pengabdian terbesar dalam hidup yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan.

Tanpa Naura sadari, Arfa mencintainya dalam diam. Memerhatikan tanpa kata. Menghujani dengan bahagia. Jauh sebelum itu, Naura telah lebih dulu menanamkan cinta untuk sang suami. Meski ia masih merasa ragu dengan perasaan Arfa, karena tak pernah ada kata-kata yang mampu membuat hati Naura berbunga.

Rumah tangga adalah bentuk kehidupan yang dijalani dua jiwa yang saling mengikat janji. Memiliki hakikat tentang arti cinta. Menjalani peran sebagai suami istri, dan menjaga agar hubungan tetap terjalin harmonis hingga maut memisahkan.

Enam bulan menjalani hidup berumah tangga, belum mampu membuat Arfa dan Naura saling mengungkap rasa. Mendekap mesra dalam jalinan cinta. Menjalani kewajiban selayaknya suami istri.

Keegoan keduanya menjadi jarak yang tak bertepi. Tak ada yang mau memulai, tak juga mengurai. Hingga satu persatu ujian datang. Memang seperti itulah hidup berumah tangga. Menyatukan dua karaketer berbeda menjadi satu pemikiran sama sangatlah sulit.

Dengan segala ego yang ada menjadi jalan renggangnya suatu hubungan. Naura sekuat hati mempertahankan itu. Memiliki Arfa dalam hidupnya adalah anugerah. Takkan mungkin ia melepaskan lelaki yang mendekati sempurna, dengan mengharap sesuatu yang semu.

Godaan lelaki justru datang di tengah berlimpah harta. Ia diuji saat berada di titik aman, serba berkecukupan. Tak jarang yang tergelincir ke kubang kelemahan. Sampai menghancurkan rumah tangga yang dibina dengan penuh perjuangan.

Lagi-lagi Naura mencoba mempertahankan itu semua. Memiliki keluarga bahagia menjadi impian setiap insan, begitu pun dengan perempuan sederhana sepertinya.

Namun Allah menguji hambanya dengan kesabaran yang tak pernah henti. Memantaskan diri untuk berada di titik tertinggi. Itulah rasa sayang untuk hamba yang senantiasa bertakwa.

Perempuan mana yang tak cemburu melihat suaminya dekat dengan perempuan lain. Meski hanya hubungan sebatas bisnis, tapi tak menghilangkan kedekatan yang terjalin manis.

Perempuan dengan potongan rambut sebahu ditata dengan sangat cantik. Wajah ayu dan lemah lembut membuat lelaki akan terkesan pada pandangan pertama.

Arfa mungkin salah satunya. Bagi Naura, jika dibandingkan dirinya, perempuan itu lebih cantik dan menarik, lebih cerdas dan menawan. Dapat terlihat dari cara ia meyakinkan kolega bisnis, yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.

Viera, nama perempuan itu. Ia adalah salah satu rekan bisnis Arfa yang sudah banyak membantu kemajuan hotel, hingga bisa membuka cabang di beberapa kota besar.

Arfa mengenalkan perempuan itu saat pertemuan bisnis. Sebenarnya Naura enggan, ia belum percaya diri untuk berbaur dengan kolega-kolega suaminya, tapi Arfa memaksa, karena momennya bertepatan dengan acara ulang tahun salah satu pemegang saham di hotel.

Naura yang sederhana, tak bisa menjadi luar biasa. Ia ingin terlihat istimewa hanya di mata sang suami.. Dengan gaun hasil karyanya, polesan make up pun seadanya, Naura berusaha percaya diri di samping Arfa.

Sementara Arfa tak pernah menuntut apa-apa. Ia selalu menyukai apa yang dikenakan istrinya. Meski dalam balutan kesederhanaan, tapi tetap berkesan baginya. Memiliki makna yang mendalam.

Naura tercengang ketika diperkenalkan dengan Viera. Lelaki mana yang tak akan jatuh cinta melihat pesona yang luar biasa, terpancar dari dalam diri perempuan muda yang belum menikah itu.

Merasa cemburu melihat keakraban Arfa dengan Viera, Naura memilih pergi meninggalkan mereka. Berjalan ke arah halaman belakang rumah yang sepi. Hanya ada lampu temaram menghiasi taman beraneka tanaman.

Tak ada alasan baginya untuk menegur, ia merasa tahu diri. Hubungan mereka sudah terjalin sangat lama. Sejak di bangku kuliah, mereka sudah bersama. Meski hanya sebatas teman biasa, tapi membuat Naura merasa tak suka.

Terlebih lagi pernikahan mereka tidak berdasarkan cinta, jadi memungkinkan untuk Arfa bisa menentukan pilihan, pada siapa hatinya akan berlabuh. Siapakah perempuan yang sanggup membuatnya berdebar tak terkira, yang di setiap waktu selalu membayangi, tak pernah mau pergi.

**

Bersambung ….

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.