Saat Allah Memanggil

Ibu setengah baya sebut saja Bu Ida semalam masuk ke bangsal ruangan melati dengan keluhan batuk darah tanpa sesak napas. Kondisi Bu Ida saat itu cukup baik, hanya bermasalah dengan batuk darahnya.

Tiba-tiba, ketika memasuki waktu senja keluarga Ibu Ida yang kebetulan berjaga memanggil petugas yang berjaga. Dan mengatakan bahwa Bu Ida mengalami sesak napas. Segera para perawat bergegas menuju ruangan Bu Ida dan merubah posisi tidur Bu Ida menjadi setengah duduk agar memudahkan beliau bernapas.

Sebagian perawat yang bertugas memanggil dokter jaga dan melaporkan kondisi Bu Ida. Setelah dokter jaga datang segera dilakukan pemeriksaan dan dipasangkan masker oksigen khusus. Kondisinya semakin memburuk, meronta-ronta dan tak bisa mengendalikan diri bahkan infus yang terpasang di tangannya terlepas karena kuatnya tarikan.

Keluarga pasienpun turut memegangi Bu Ida yang meronta-ronta kesakitan. Beberapa menit kemudian, angin bertiup kencang menerpa gorden jendela kamar. Bu Ida tak lagi meronta, napasnya tersengal, tarikan napasnya tak beraturan dan melambat. Tangisan keluarga seketika pecah melihat bahwa Bu Ida telah tiada.

Ada lagi, seorang pemuda sebut saja Ian yang datang dengan kondisi cukup baik. Hanya mengeluh batuk dan sesak napas. Bahkan saat datang ke ruang perawatan dengan berjalan. Namun tak lama kemudian keluarga Ian berlari untuk meminta perawat memeriksa keadaan Ian. Katanya Ian sesak napas setelah makan roti sambil tiduran.

Perawat segera menuju ruangan Ian. Saat tiba, wajah Ian membiru, napasnya tersengal dan tak lama kemudian pasien dinyatakan meninggal akibat tersedak roti. Seketika tangis keluarga pecah mengantar kepergian Ian untuk selamanya.

***

Cerita di atas adalah cerita seorang teman yang kebetulan bertugas di sebuah rumah sakit, bahwa di balik setiap proses sakratul maut terlihat begitu besar kuasa Allah. Satu hal yang harusnya kita sadari bahwa maut begitu dekat dan prosesnya tampak begitu menyakitkan,  ia bisa datang kapan saja tanpa kita tahu.

Kematian sebagai pengingat diri. Terus berusaha memperbaiki diri sebagai bekal jika Allah memanggil. Mengingat Allah dengan selalu berzikir setiap waktu, bersedekah dan ridho menerima keputusan Allah.

Wallahu a’lam bish-showab

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.