Saat Tiada Lagi Esok Untukku

Saat Tiada Lagi Esok Untukku

Kutahu dunia ini fana

Persinggahan sementara

untuk siapkan bekal pulang ke akhirat sana

Tapi, nafsuku menginginkannya baqa

Beserta riuh gairahnya

Bersama gerlap penghiasnya

Aku pun paham betul

Malaikat maut selalu siap menjemput

di tempat dan waktu yang tepat

Meski benteng berlapis baja

ataupun  tentara lengkap bersejata

Tiada bisa menghalau datangnya

Tapi, lagi-lagi nafsuku ingkari itu

Berlaku seolah ‘kan selamanya hidupku

Kematian adalah keniscayaan

Tak guna kubersiasat tuk hindarkan

Karena, ke mana pun wajah dihadapkan

ke mana pun kaki di langkahkan

Selalu mengarah ke titik itu

Garis finis hidupku

Jikalah tiba masa itu,

Tak ada lagi esok untukku

Kerandaku kan diusung,

menuju keabadian

Tinggalkan rumah kebanggaan

tinggalkan keluarga kesayangan

Saat tiba pemakaman

Di liang lahat jasadku dibaringkan ,

sendirian ditimbun tanah

Asalku dari tanah, kembali lagi ke tanah,

Disambut tanya Munkar dan Nakir

Jawabanku penentu nikmat ataukah siksa hingga akhir

Di lahan pekuburan itu

Semilir angin menyapa pohon kemboja

dan bunga-bunganya

satu-satu luruh ke atas pusaraku,

menyimpan rekam jejak hidupku

pada segunduk tanah

dan batu nisan bertuliskan namaku***

#WCR_ditentukan_puisisinur

rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.