Begitulah Kang Roha

Begitulah Kang Roha

Adalah kang Roha yang tinggal di sebuah desa. Tepatnya di sebuah dusun terpencil. Ia tinggal sebatangkara karena isterinya telah meninggal sedangkan anak-anaknya merantau ke Jakarta.

Sejak kematian isterinya, kang Roha rajin ke musala. Di dusun itu ada satu musala kecil di tepi sungai. Musalanya kurang makmur hanya saat bulan Ramadan saja yang ramai.

Imam yang sering memimpin salat adalah abah Kucay. Ia hanya seorang diri yang mengurusi masalah keagamaan. Tak ada akar, rotan pun jadi, begitulah rupanya. Tak ada penduduk yang memahami agama. Mereka hanya ikut-ikutan saja.

Abah Kucay sudah lanjut usia. Ia berharap ada generasi penerus yang mau belajar agama dan kelak menggantikannya. Di usianya yang sudah tua itu, ia sekali-kali tidak hadir di musala. Kondisi ini secara otomatis tidak ada imam yang memimpin salat.

Ia senang ketika kang Roha rajin ke musala. Kang Roha selalu mengumandangkan azan setiap datangnya waktu salat. Namun anehnya, ia sering salat mendahului kedatangan imam.

“Roha, sudah salat?” tanya abah Kucay. Saat itu abah Kucay melihat kang Roha ke luar musala sedangkan abah Kucay baru tiba di musala itu.

“Sudah, Abah Kucay,” jawabnya dengan mantap, “Mulai sekarang, aku lebih dulu salat ketimbang si Abah Kucay,” gumam kang Roha.

Kang Roha merasa dirinya lebih taat ketimbang abah Kucay. Padahal salat berjamaah itu lebih baik ketimbang sendirian. Begitulah kang Roha, ibarat pohon padi muda, menunjukkan wujudnya tegak ke atas padahal kosong isinya.

Keesokan harinya makin menjadi ulah kang Roha. Abah Kucay kaget mendengar azan Zuhur yang dikumandangkan oleh kang Roha padahal belum saatnya. Abah Kucay menghampiri kang Roha di musala.

“Roha, kok sudah azan? Ini belum saatnya,” tegur abah Kucay.

“Biarlah, Abah. Kali ini azannya maju karena saya mau pergi ke undangan resepsi pernikahan di desa tetangga,” jawabnya tanpa rasa salah.***

Rumahmediagrup/ saifulamri

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.