Pemenang Mingguan Periode 20 – 26 Juli WCR #1

Pemenang Mingguan Periode 20 – 26 Juli WCR #1

Assalamualaikum.
Semangat pagi manteman.
Berada di bulan terakhir, menjadi tantangan terberat. Karena, bagaimana kita bisa mengelola waktu untuk terus konsisten dalam menulis. WCR ini mengajarkan, bahwa kita harus membiasakan diri menulis karena kita adalah penulis. Menjadi penulis itu tidak mudah, banyak rintangan yang akan dihadapi dan rintangannya pun berbeda-beda. Lalu, bagaimana kita bisa terus konsisten menulis? Jawabannya mudah, jadikan menulis sebagai passion. Sama halnya kita butuh makan, kita pun butuh menulis. Sehingga, menulis menjadi agenda rutin harian.

Mau tahu lengkapnya tentang mengelola mood menulis dan tips praktis konsisten menulis? Ikuti pelatihan SBMB online perdana di Zoom. Info lengkap bisa kunjungi link ini atau hubungi para MA/marketing lainnya.

Oke, pagi ini saya akan mengumumkan pemenang mingguan periode 20 – 26 Juli. Tanpa berbasa-basi …. Setelah membaca semua tulisan, menimbang, dan kini harus memutuskan, akhirnya saya memilih–tanpa nominasi–langsung terpilih pemenang mingguan. Pemenangnya adalah: Saiful Amri dengan judul “Senja Terakhir”

Selamat kepada pemenang mingguan kali ini. Dan … eh ada lagi ya? Ternyata ada pemenang lagi, siapakah itu? Selamat juga kepada pemenang mingguan ke-dua yaitu Eti Nurhayati dengan judul tulisan “Tatkala Ajal Tiba”.

Selamat kepada kedua pemenang mendapatkan masing-masing 1 eksemplar buku nubar dan notebook mini.

Untuk yang belum menang atau merasakan kemenangan di mingguan atau bulanan, terus mencoba. Siapa tahu mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah utama. Oleh karena itu, tetap konsisten menulis terutama dalam rangka memeriahkan WCR #1 ini.

Pengumuman berikutnya adalah tema ditentukan minggu ini. Temanya adalah Anak Durhaka.

Sudah tidak lazim di zaman ini, anak menelantarkan orang tuanya, anak menggugat ibu atau bapak kandungnya. Adalagi anak yang tega menyiksa orang tua hingga membunuhnya hanya karena harta. Iya, harta. Harta orang tua, nantinya akan diwariskan pada anak-anaknya. Lantas, kenapa harus meminta/mengambilnya dengan cara yang tidak baik. Hingga mengabaikan norma-norma kesopanan dan adab. Meski dileraikan dan dimediasi berbagai pihak, tetap saja tercatat oleh langit sebagai Anak Durhaka.

Salam Literasi.

Rumah Media Grup

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.