Teori Belajar dari Jerome Seymour Bruner

Teori Belajar dari Jerome Seymore Bruner (Saiful Amri, M.Pd.)

Bruner dengan nama aslinya Jerome Seymour Bruner lahir di New York dan wafat di Manhattan, New York, Amerika Serikat dalam usia 100 tahun. Dia meraih gelar sarjana pada 1937 dari Duke University dan meraih gelar Ph.D. pada 1941 dari Harvard University. Kemudian mengajar dan meneliti di beberapa universitas seperti; Harvard University, the University of Oxford, dan New York University. Bruner memberikan kontribusi yang signifikan pada teori belajar kognitif dan psikologi kognitif manusia dalam psikologi pendidikan.

Jerome Bruner adalah seorang psikolog kognitif yang melahirkan teori perkembangan yang didasari bahwa tujuan pendidikan untuk pengembangan intelektual. Dalam teori ini, ia mengidentifikasi tiga model representasi, yaitu; enactive, iconic, dan symbolic representation. Beberapa teori lainnya yang ia ungkapkan adalah discovery learning dan scaffolding. Pembahasan dalam artikel ini hanya pada tiga model representasi kognitif.

Representasi adalah proses ditangkapnya sebuah obyek oleh indra seseorang. Setelah itu masuk ke dalam otak. Selanjutnya diproses dan menghasilkan sebuah konsep atau ide. Pada akhirnya seseorang mengungkapkannya melalui bahasa.

Tiga tahap reperesentasi kognitif menurut Bruner adalah;

a. Enactive. Ini adalah tahap representasi pengetahuan melalui aksi. Tahapan ini merupakan tahapan representasi yang muncul pertama. Pada tahapan ini meliputi penerimaan informasi. Seorang bayi akan bereaksi atau melakukan aksi. Bentuk aksi yang dimunculkan bisa sebuah gerakan.

b. Iconic. Pada tahapan ini, seorang anak dapat menyimpulkan secara visual dari sebuah imaji. Tahapan ini muncul pada usia 6 tahun. Ini merupakan representasi internal dari sebuah obyek ekternal yang dilihatnya. Tahapan ini muncul dalam bentuk imaji mental atau ikon. Contoh; seorang anak menggambar seekor ayam maka hasil gambarnya adalah sebuah representasi. Hasil gambarnya adalah sebuah ikon atau kesimpulannya secara visual tentang ayam.

c. Symbolic Representation. Tahapan ke tiga ini, seorang anak dapat mengungkapkan representasinya dalam bahasa. Pengungkapannya mulai dari yang paling sederhana yaitu kata-kata. Seorang anak juga dapat melakukannya dengan merepresentasikan dalam simbol-simbol. Pengungkapan kata atau symbol dalam rangka menyampaikan apa yang dialaminya. Pada tahapan ini, seorang anak berada pada usia 7 tahun ke atas. Jadi di tahap ke tiga ini, seorang anak dapat mengungkapkannya dalam bahasa.

Dalam praktek pembelajaran di kelas, seorang guru dapat mengimplementasikan teori representasi kognitif dari Bruner ini. Seorang guru dapat membuat rencana pembelajaran dengan tiga tahap proses pembelajaran. Tahapan-tahapan ini terdapat pada bagian proses inti pembelajarn. Tiga tahapan tersebut di antaranya; TPR (Total Physical Respons), Visual, Speaking and Writing.

Tahapan pertama, kegiatan belajar dimulai dengan TPR (Total Physical Respons). Pada tahap ini, aktivitas pembelajaran disajikan dalam aktivitas aksi. Representasi berbentuk aktivitas fisik. Di antara kegiatannya seperti; bernyanyi, menari, body language, roleplay (bermain peran), dan sejenisnya.

Tahapan ke dua, proses pembelajaran disajikan dengan aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan visual. Pembelajaran dilakukan dengan berbagai kegiatan merepresentasikan melalui kegiatan yang berkenaan dengan imaji. Di antara kegiatannya seperti; mewarnai, menggambar, mencocokkan gambar, menyusun puzzle, dan sejenisnya. Anak dapat mengungkapkan pengalamannya melalui kegiatan visual atau gambar. Pada tahapan ini juga dilakukan proses kegiatan membaca. Visual diperlukan untuk menstimulus agar anak mau membaca. Visual juga diperuntukkan sebagai cara membuat bacaan menjadi lebih dipahami.

Pada tahap terakhir, yaitu berbicara dan menulis. Anak akan mengungkapkan apa yang ingin diungkapkannya melalui kegiatan oral. Anak mengungkapkan secara lisan. Pada tahapan ini juga, anak dibimbing untuk mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan.

Implementasi tiga tahapan proses pembelajaran di atas tidak persis seperti yang diungkapkan oleh Bruner. Dalam teorinya, ia menjelaskan tahapan usia antara di bawah enam tahun, pada usia enam tahun, dan usia tujuh tahun ke atas. Pada implementasi ini, proses pembelajaran disesuaikan untuk semua tingkatan dengan tujuan dan proses pembelajaran yang sesuai pada tingkatan tertentu.

Referensi
Solso, Robert L. (1991). Cognitive Psychology. Third Edition. Allyn and Baco. A Division of Simon & Schuster, Inc. 160 Gould Street. Needham Heights, NMA 02194.

https://en.wikipedia.org/wiki/JeromeBruner

https://www.google.com/search?q=jerome+seymour+bruner+theory&oq=jerome+seymour&aqs=chrome.3.69i57j0l7.24705j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

https://study.com/academy/lesson/jerome-bruners-theory-of-development-discovery-learning-representation.html

https://www.google.com/search?q=arti+representasi&oq=arti+representasi&aqs=chrome..69i57j0l7.7953j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Sumber foto: https://en.wikipedia.org/wiki/Jerome_Bruner#/media/File:Jerome_Bruner_1936.png

Rumahmediagrup/saifulamri

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.