Ilustrasi Cerbung Aki dan Ambu

Aki dan Ambu – Bagian 17 (Idul Kurban)

Aki dan Ambu – Bagian 17 (Idul Kurban)

Hari itu Ambu terlihat sangat sibuk. Kesibukannya berawal selepas salat Subuh. Ambu mengajak Aki untuk segera mengantarnya ke pasar. Daftar belanjaan dia selipkan di kantong kecil bertali yang talinya biasa Ambu masukkan ke pergelangan tangan. Kantong kecil itulah yang Ambu pergunakan untuk menyimpan uang dan telepon genggamnya setiap kali berbelanja. Sengaja Ambu menggunakanannya karena dengan tali yang melingkar di pergelangan tangan itu bisa menghndarkannya dari kehilangan karena lupa menyimpan.

Ambu berencana memasak masakan khas Sunda sesuai keinginan Aki Rahmat. Karena itulah, Ambu membeli ikan nila, bahan untuk membuat sayur asam, bahan sambal, lalapan, tempe serta bumbu-bumbu. Seusai berbelanja, bergegas Ambu menuju mobilnya yang terparkir di area parkir alun-alun seberang pasar. Aki Rahmat segera memasukkan belanjaan Ambu ke dalam bagasi mobilnya.

“Tidak ada lagi yang mau dibeli, Ambu?” tanya Aki Rahmat.

“Tidak ada, Ki. Sepertinya semua keperluan telah Ambu beli,” jawab Ambu sambil menyimpan keresek yang dia tenteng ke dalam bagasi. “Ayu, Ki,” ujarnya sambil masuk ke dalam mobil.

“Ini Idul Adha pertama kita di kampung ya, Ki,” Ambu membuka obrolan.

“Iya, Ambu,” sahut Aki sambil menghidupkan mesin mobilnya. Mobil melaju perlahan meninggalkan area parkir. Setelah berada di jalur utama, Aki memacu mobilnya.

“Sayangnya, kali ini juga kita berlebaran berdua saja ya Ki. Satria dan keluarganya masih belum bisa datang ke sini. Meskipun sudah Adaptasi Kebiasaan Baru, tetap saja ketar-ketir jika membawa anak-anak dalam perjalanan jauh,” keluh Ambu.

“Iya, Ambu. Doakan saja agar mereka sehat wal afiat,” kata Aki.
Tak lama, mobil yang dikendarai Aki tiba di halaman rumah mereka. Ambu segera turun dari mobil, lalu mengambil barang belanjaannya dari bagasi.

Aki pun turun dari mobilnya. “Aki ke rumah Mang Kardin dulu ya, Ambu. Aki mau memastikan rencana besok,” katanya pada Ambu.

“Iya Ki,” jawab Ambu singkat.

Aki dan Ambu memang sepakat untuk berkurban masing-masing seekor kambing. Untuk mengurus kambing dan segala macamnya, Aki menyerahkan pada Mang Kardin.

“Ambu ingin segera tahu bagaimana suasana lebaran Idul Adha di kampung ini,’’ kata Ambu sekembalinya Aki dari rumah Mang Kardin.

“Masyarakat di sini terbiasa menyebutnya Lebaran Haji, Ambu,” Aki memberi penjelasan.

“Ooh, begitu ya, Ki? Mungkin karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji ya, Ki,” Ambu menduga-duga.

“Iya, Ambu,” jawab Aki. “Kata Mang Kardin, Idul Adha di sini tidak seramai Idul Fitri. Yang merantau banyak yang tidak mudik,” tambahnya.

“Apalagi dengan kondisi yang belum sepenuhnya normal seperti sekarang ini. Makin sepi saja ya,” Ambu kembali menduga-duga. “Mang Kardin cerita tidak mengenai kebiasaan memotong hewan kurbannya, Ki?” Lanjutnya.

“Pelaksanaan kurban di sini belum dikelola dengan baik oleh pemerintahan desanya, Ambu. Masih dilaksanakan oleh pihak yang berkurban. Makanya pembagiannya tidak merata. Daging kurban biasanya dibagikan pada tetangga dan kerabatnya saja,” papar Aki.

“Berarti ada kemungkinan masyarakat suatu tempat mendapat daging berlimpah, sementara di tempat lain tidak terbagi sama sekali. Kasian dong yang tidak tebagi. Baiknya sih dikelola pihak desa ya, Ki. Biar dagingnya dibagi merata ke semua warga,” Ambu bersemangat mengungkapkan pemikirannya.

“Aki juga sepemikiran dengan Ambu,” dukung Aki.

“Mudah-mudahan saja, pihak berwenang bisa mewujudkannya,”  kata Ambu sambil mulai meracik bumbu.

“Aamiin,” sahut Aki.***

#WCR_tetap_cerbungsinur

rumahmediarup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.