Kedurhakaan

Kedurhakaan

Apa yang mau diharapkan dengan menjadi anak durhaka? Tidak ada. Sejarah telah meggoreskan pelajaran pahit dari dahulu sampai sekarang bahwa kedurhakaan hanya berujung penyesalan dan kesengsaraan. Tak sedikit pun menyisakan kebahagiaan.

Kita ingat kisah Juraij sebagaimana yang dipaparkan panjang lebar dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Mengomentari hadis tersebut Imam Nawawi mengatakan bahwa di dalamnya terkandung kisah Juraij yang lebih mementingkan shalat dari pada menjawab panggilan ibunya. Ibunya kemudian mendoakan keburukan untuknya yang lalu Allah kabulkan. Ulama mengatakan bahwa hadits tersebut adalah dalil yang mengisyaratkan jikalau Juraij semestinya menjawab panggilan ibunya, dikarenakan dirinya saat itu hanya mengerjakan shalat sunnah, sementara menjawab panggilan ibu serta berbakti kepadanya dihukumi wajib dan durhaka kepadanya adalah haram dan berdosa besar.

Kisah Juraij juga memberi pelajaran penting bagi kita. Betapa Juraij yang kondisinya saat itu tengah beribadah mendekatkan diri kepada Allah saja harus menerima hukuman dari-Nya sebab melalaikan panggilan ibunya. Bagaimana dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang sengaja melalaikan panggilan ibunya sementara pekerjaan yang sedang dilakukan adalah perbuatan haram atau makruh, semisal menonton sinetron, bermain game, bersenda gurau dengan temannya atau asyik bermain HP. Nau’dzubillah min dzaalik.

Begitulah sunnatullah berjalan, setiap kedurhakaan pasti akan menuai penderitaan, sebaliknya sikap berbakti akan menuai banyak keberuntungan. Lebih mengenaskan sikap durhaka dapat menghambat sakaratul maut. Ini di dunia bagaimana dengan di akhirat. Malang tak berkesudahan.

Selagi orang tua masih bersama di dunia, tolak jauh-jauh sikap mendurhaka. Semoga ini menjadi jalan pembuka pintu surga, karena keridhaan Allah bergantung kepada keridhaan orang tua, pun sebaliknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tua demi menggapai keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Aamiin.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.