Setelah Kepergianmu

Hampa itulah yang kurasakan setelah kepergianmu. Rumah terasa sepi, takkan terdengar lagi suara khasmu dan  tawamu. Allah lebih mencintaimu, tak ada yang dapat kulakukan. Menerima takdir sang pemilik hidup, mencoba menata hati agar dapat dengan ikhlas menerima kehilangan dirimu meski tak mudah.

Setelah berusaha dan berjuang selama kurang lebih satu tahun lebih ternyata harus merelakanmu menghadap Ilahi. Mungkin itulah yang terbaik untukmu agar kau tak merasakan sakit lagi, agar aku tak menangis lagi saat melihatmu kesakitan. Aku ingin merasakan dan berbagi sakit yang kau rasakan jika saja aku bisa, namun hanya bulir air mata yang perlahan membasahi pipi ini saat melihatmu kesakitan. Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Hanya dzikir yang kubisikkan pelan di telingamu. Mencoba tegar dan tabah agar saat kau melihatku kau juga akan lebih kuat menghadapinya. Tingkah lucu dan senyum buah hati kita sedikit mengalihkan sedihku, meski hanya sesaat.

 Allah memberikan ujian berupa sakit dan kemudian kehilanganmu agar kumengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang dan kesetiaan. Kehilanganmu membuatku belajar untuk menerima dan mensyukuri dengan apa yang sekarang masih kumiliki yaitu dua buah hati kita. Semua pasti ada hikmahnya.

Sumber Gambar : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.