Ketika Tak Kan Lagi Bertemu

sebuah kehilangan

Tema tulisan kita kali ini, sedikit sangat menyentuh. Bisa dialami siapapun. Ketika kita merasa kehilangan seseorang yang pastinya memiliki arti spesial di hati kita.

Sejak menjalin hubungan yang istimewa, tentu bahagialah yang kita lihat dan rasakan. Kepastian jalan yang kita tapaki disetiap detiknya, menjadikan diri ingin selalu berupaya lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Kita yakin, kalau semua makhluk akan merasakan mati. Maka sudah menjadi sebuah fenomena, ketika seseorang pergi tanpa ada waktu pemberitahuan terlebih dahulu. Kematian yang mendadak, akan membuat kita sungguh kehilangan.

Semua perasaan akan terasa campur aduk dalam diri kita. Meski seolah tak percaya, namun inilah takdir yang terindah dari Sang Pemberi Kehidupan. Ujian terberat yang harus dilalui bagi yang ditinggalkan.

Semua manusia diciptakan paling sempurna, meskipun kita juga menyadari jika manusia itu tak ada yang tak berdosa. Semua kembali kepada jalan arah pengampunan-Nya ketika kembali.

Bahkan kita harus betul-betul pahami, jika hal ini sangat sulit untuk diterima. Betapa kita akan terus menanti seseorang yang sudah terbiasa bersama, kini pergi tiba-tiba dan tak akan pernah bisa bersama kembali.

Sungguh, ujian kesabaran terberat adalah ditinggalkan orang pilihan untuk selama-lamanya.

Sesayang apapun kita, secinta apapun kita, jika sudah terpisahkan oleh kematian, maka segera tersadarlah. Bahwa ini memang ujian kehilangan yang tengah menimpa.

Ketika dihari pertama, mungkin kita masih bisa memperlihatkan wajah tegar. Bersikap menerima dengan ikhlas. Namun jangan salah. Karena setelahnya tentu akan ada tahapan-tahapan yang semakin dirasakan berat.

Di malam pertama orang yang ditinggalkan, mungkin masih bisa merasakan suasana ramai. Karena masih banyak saudara yang hadir menemani. Bersama-sama mendo’akan khusus bagi orang yang meninggal.

Sebulan dua bulan, perasaan merasa sendiri akan semakin terasa. Dimana ujian terberatnya adalah, kita akan selalu menantikan kehadiran orang yang tak mungkin lagi bisa hadir dihadapan.

Rasa itulah yang harus bisa sekuat keyakinan kita, untuk dihilangkan. Karena bagaimanapun sedihnya kita, yang sudah tiada tidak akan kembali bersama.

Setelah setahun kita terbiasa dengan kehilangan, maka berharap dengan penuh emosi sedih itu berangsur pulih.

Perasaan kekalutan itu, semoga akan segera mulai menghindar. Karena bagaimanapun kehidupan harus tetap berjalan.

Bagi mereka yang mendo’akan dengan niat ikhlas, semoga kebaikan yang sama menjadi pahala disisi sang Khalik.

Berjuanglah sekuat tenaga, agar hati tetap terhibur dengan tidak selalu merasa diri ditinggalkan. Namun amalkan sebagai ujian terindah yang akan memberikan peluang ibadah kesabaran, berbuah lebat pahala kebaikan.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati
Sumber Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.